Soedirman, Jenderal Romantis yang Masih Sempat Urus Bedak dan Baju Istri di Tengah Persiapan Tugas

Jenderal Soedirman dan istrinya, Alfiah. (Dok. Istimewa)
Panglima Besar Jenderal Soedirman, sebagaimana semua orang tahu, adalah Bapak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, yang belum banyak orang tahu, kehidupan sosok tangguh ini tak melulu hanya soal disiplin milter dan pertempuran. Dia juga punya sisi romantis, yang melengkapi psikologinya sebagai manusia.

Jenderal Soedirman adalah pencetus taktik perang gerilya—taktik yang dilakukan pasukan kecil dengan cara melakukan sabotase, serangan mendadak, dan berpindah tempat dengan cepat dan senyap—ketika melawan agresi Belanda pasca-Kemerdekaan Indonesia. Citra ini jamak diketahui masyarakat Indonesia, dan diajarkan secara resmi di sekolah-sekolah.

Sebagai tentara, apalagi seorang Panglima Besar, Soedirman pun dibayangkan banyak orang sebagai sosok disiplin, galak, dan mahal senyum. Karena kebanyakan buku sejarah seringkali membangun citranya dari sisi itu.

Namun, rupanya banyak fakta-fakta sejarah yang merekam sisi lain Soedirman; sisi yang seolah tampak ‘kontras’ dengan kesan tegasnya sebagai tentara, namun melengkapi dirinya sebagai manusia. Pak Dirman adalah suami yang romantis, hangat, kepala keluarga yang sangat menyayangi istri dan putra-putrinya.

Bacaan Lainnya

Potret keromantisannya tergambar secara apik dalam novel biografi Alfiah & Soedirman: Kisah-kisah Romantis Panglima Besar Jenderal Soedirman (Penerbit Imania, 2017), yang dianggit oleh Enang Rokajat Asyura. Meski bergenre novel, namun kisah yang diangkat di dalamnya adalah fakta, menggambarkan kehidupan Jenderal Soedirman dan istirnya, Alfiah.

Buku Alfiah & Soedirman. (Foto: Ist.)

Semua kisah dalam novel tersebut berdasarkan penuturan putra bungsu Sang Jenderal, Muhammad Teguh Soedirman.

Dalam salah satu bagian buku dikisahkan sebuah momen menjelang Soedirman berangkat tugas dengan membawa keluarganya. Ada dialog yang digambarkan dengan sangat apik oleh oleh Muhammad Teguh di tengah momen tersebut.

“Apa yang Bapak bawa?” tanya Alfiah, ketika melihat suaminya berkemas menjelang tugas, sebagaimana dikisahkan Muhammad Teguh, dan dicatat dalam buku Alfiah & Soedirman: Kisah-kisah Romantis Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Pos terkait