Sambo mengakui jika uang yang dikirim dari rekening Yosua ke rekening Ricky itu uang pribadinya. Uang itu, kata Sambo, sengaja ditaruh di rekening kedua ajudannya untuk operasional keluarga. “Menurut saksi dari BNI (Anita), saya perlu jelaskan bahwa rekening Ricky dan Yosua bukan uang mereka, tetapi uang saya, untuk kebutuhan dan operasional keluarga,” ujar Sambo dalam persidangan.
Pernyataan Sambo diperkuat oleh keterangan istrinya, Putri Candrawathi. Putri mengaku sengaja membuka rekening atas nama Yosua dan Ricky Rizal di BNI di cabang Cibinong untuk operasional rumah tangga. “Rekening Yosua itu adalah keperluan kas di Jakarta, sedangkan untuk Ricky untuk keperluan kas di Magelang,” papar Putri.
Sementara itu, menurut kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak, adanya fakta perputaran uang dalam jumlah besar di lingkaran Sambo ini menunjukkan bahwa mantan Kadiv Propam tersebut memiliki kekayaan luar biasa sehingga punya kekuatan untuk mengendalikan proses hukum. “Kita tahu seberapa kaya orang ini. Kaya dalam tanda petik, karena kekayaannya, menurut saya, perlu diteliti ulang apakah legal atau ilegal,” kata Martin, dalam acara Satu Meja, Kompas TV, Jumat (25/11/2022).
Kekayaan itu tak wajar karena, menurut Martin, gaji Sambo sebagai Kadiv Propam tak lebih dari Rp35 juta per bulan. Namun dekmikian, dia mampu mengirimkan uang masing-masing Rp200 juta untuk biaya operasional tiga rumahnya di Kemang dan Saguling, Jakarta Selatan, dan Magelang, Jawa Tengah. Artinya, total suplai uang operasional untuk ketiga rumah itu sebesar Rp600 juta.
Uang ratusan juta ditransfer melalui rekening ajudannya, salah satunya rekening Brigadir J—yang dokumennya diungkap Irma Hutabarat. “Bagaimana orang ini bisa memberikan uang kepada ajudan? Menurut versi Sambo untuk tiga dapur, dan masing-masing Rp 200 juta. Sedangkan dia, pendapatannya yang kita tahu, hanya Rp35 juta,” tutur Martin.
Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menyarankan agar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri sumber uang ratusan juta yang ditransfer Sambo ke rekening ajudannya itu. Asep menilai, pernyataan Sambo yang mengaku uang ratusan juta yang disetorkan ke rekening kedua ajudannya itu untuk keperluan rumah tangga penuh kejanggalan, terutama terkait sumbernya. “Harus ditelusuri PPATK, uang itu dari mana. Apalagi pernah disetorkan jumlahnya Rp450 juta dalam keadaan tunai,” kata Asep, dikutip dari program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Rabu (23/11/2022).





