Setelah Sempat ‘Hilang’ dan Kampanye Prabowo-Gibran, Bupati Sidoarjo Akhirnya Penuhi Panggilan KPK dan Bantah Terima Suap

Pada Selasa dan Rabu, 30-31 Januari 2024, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati dan Kantor BPPD Sidoarjo serta sejumlah tempat lainnya. KPK menemukan sejumlah dokumen pemotongan insentif pajak, bukti elektronik, uang mata asing dan tiga unit mobil diduga terkait dengan perkara.

Kasus ini terungkap dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim KPK di Sidoarjo pada Kamis, 25 Januari 2024. Siska bersama 10 orang lainnya ditangkap tim KPK dalam operasi senyap tersebut. Adapun 10 orang dimaksud termasuk suami dan anak Siska dipulangkan KPK lantaran berstatus terperiksa atau saksi.

Sementara Gus Muhdlor, usai menjalani pemeriksaan di KPK, mengatakan sudah berusaha memberikan keterangan sebenar-benarnya.

Bacaan Lainnya

Alhamdulillah baru saja diperiksa sebagai saksi dalam kejadian di Sidoarjo. Saya sudah berusaha memberikan kesaksian sebenar-benarnya, seutuh-utuhnya, sehingga terang benderang,” ujar Gus Mudhlor di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Dia membantah telah menerima uang dalam dugaan kasus korupsi tersebut. Kasus dugaan korupsi ini, kata Mudhlor, jadi pembelajaran bagi Pemkab Sidoarjo agar mengelola pemerintahan secara transparan.

Ndak (menerima uang). Secara umum yang bisa kami sampaikan semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua, untuk lebih mengelola transparansi serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Sidoarjo,” ucapnya.

Soal materi pemeriksaan, dia meminta agar ditanyakan ke penyidik. Mudhlor hanya mengatakan jumlah pertanyaan yang ditanya penyidik cukup banyak. “Saya yakin, saya mohon maaf, saya ndak kompeten untuk membahas itu semua,” ungkapnya.❒


FOTO: Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali usai diperiksa KPK, Jumat (16/2/2024). (Okezone)

Pos terkait