RSUB meresmikan Pusat Layanan Penyakit Menular pertama di Jatim dengan dukungan Uni Eropa dan Jerman.
Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) secara resmi memperkenalkan Infectious Disease Center atau Pusat Layanan Penyakit Menular, sebuah fasilitas khusus yang dirancang untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi penyakit menular dan penyakit baru.
Peresmian fasilitas ini dihadiri oleh pejabat senior pemerintah pusat dan daerah, serta mitra internasional, di antaranya perwakilan Kementerian Kesehatan, Duta Besar Jerman, Delegasi Uni Eropa dan Negara Anggota Uni Eropa, Bupati Malang M Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Batu Nurochman, serta pejabat daerah lainnya.
Pusat Layanan Penyakit Menular RSUB ini menjadi yang pertama di Jawa Timur dan ditargetkan melayani lebih dari 42 juta penduduk di seluruh provinsi. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi, meningkatkan sistem pengawasan penyakit, serta memperkuat kapasitas respons klinis dalam jangka panjang.
Pengembangan pusat layanan ini didukung oleh hibah Uni Eropa sebesar 5 juta euro (sekitar Rp97 miliar) yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman, KfW. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan pandemi, pengawasan penyakit, dan ketahanan sistem kesehatan Indonesia.
Selain hibah tersebut, Pemerintah Jerman melalui KfW juga memberikan pinjaman berbunga rendah sebesar 37 juta euro untuk melengkapi kontribusi Uni Eropa, khususnya dalam pengembangan lanjutan dan peningkatan peralatan rumah sakit.
Proyek ini merupakan bagian dari kemitraan investasi Global Gateway antara Uni Eropa dan Indonesia di bidang kesehatan, pendidikan, dan penelitian melalui pendekatan Team Europe. Secara keseluruhan, program ini merepresentasikan investasi sebesar 77 juta euro, yang terdiri dari pinjaman 67 juta euro dari KfW dan hibah Uni Eropa sebesar 10 juta euro. Program ini diimplementasikan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan, dengan fokus investasi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
“Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, melalui pendekatan Team Europe, bermitra dengan kementerian-kementerian Republik Indonesia dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya agar jutaan warga di Jawa Timur dapat memperoleh manfaat dari peralatan dan teknologi kesehatan yang didanai melalui program Global Gateway,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, dikutip Senin (12/1/2026).
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menekankan bahwa pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa penyakit menular tidak mengenal batas negara.
“Karena itu, Jerman berinvestasi dalam sistem kesehatan Indonesia untuk mendukung produksi vaksin dan farmasi nasional, memperkuat rumah sakit pendidikan, serta mendukung pengendalian malaria,” katanya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, menyatakan bahwa pengembangan pusat ini mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis riset.
“Melalui Infectious Disease Center RSUB, kita mendorong transformasi kesehatan berbasis riset dan layanan terpadu yang berdampak bagi generasi kini dan masa depan,” ujarnya.
Direktur RSUB, Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes, menambahkan bahwa dukungan Global Gateway memperkuat komitmen RSUB dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar global.
“Pengembangan Pusat Layanan Infeksi ini memperkuat komitmen RSUB untuk menghadirkan layanan yang melindungi pasien dan keluarga sesuai standar global, sekaligus mengembangkan riset untuk inovasi kesehatan,” jelasnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular RSUB mencakup sejumlah layanan utama, antara lain layanan rawat jalan penyakit menular, layanan gawat darurat khusus, fasilitas penitipan anak untuk transit kasus non-definitif, layanan rawat inap penyakit menular dengan kapasitas perawatan intensif, serta Laboratorium Tingkat Keamanan Hayati 2 (BSL-2).
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, pusat ini merepresentasikan komitmen RSUB dan para mitra internasionalnya dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui riset, perawatan intensif, dan deteksi dini penyakit menular. Melalui kolaborasi lintas negara ini, RSUB diproyeksikan menjadi salah satu garda terdepan layanan penyakit menular yang inklusif dan modern bagi masyarakat Jawa Timur.***





