Ternyata Ada 3 Desa dan 471 Dusun di Jatim Belum Teraliri Listrik

Setidaknya ada tiga desa dan 471 dusun yang masih gelap gulita.Foto ilustrasi dibuat menggunakan SORA
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, mengungkap fakta mencengangkan: sebanyak 1.630 lokasi di Pulau Jawa masih belum teraliri listrik. Di Jawa Timur (Jatim), ia mencatat ada tiga desa dan 471 dusun yang hingga kini belum tersentuh jaringan listrik.

______

“Ini realita di lapangan yang tidak boleh diabaikan. Kalau ingin pemerataan pembangunan benar-benar terasa, maka elektrifikasi harus jadi prioritas,” tegas Meitri dikutip dari laman Fraksi PKS, Selasa, 1 Juli 2025.

Legislator dari Dapil Jatim VIII itu mengatakan, untuk mewujudkan program Listrik Desa (Lisdes), meningkatkan keandalan listrik 24 jam, serta memperluas cakupan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada periode 2025–2029, dibutuhkan anggaran jumbo sekitar Rp50 triliun.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, Meitri tetap memberi apresiasi kepada pemerintah atas capaian elektrifikasi yang telah diraih. Hingga Maret 2025, tercatat 83 ribu desa sudah teraliri listrik. Angka rasio desa berlistrik pun naik dari 89 persen pada 2019 menjadi 93 persen di tahun ini.

Namun, ia menegaskan, pekerjaan rumah belum selesai. Program Lisdes dan BPBL dinilainya tidak bisa dipisahkan. “Kalau tidak ada jaringan masuk desa, BPBL tak bisa dijalankan. Sebaliknya, kalau jaringan sudah masuk tapi warga tidak bisa pasang karena biaya, ya tetap tidak berdampak. Maka dua program ini harus jalan bersama,” jelas Meitri.

Ia juga meminta agar program BPBL tetap dipertahankan meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, program ini langsung menyentuh masyarakat bawah yang selama ini belum bisa menikmati listrik karena keterbatasan ekonomi.

“Kami dukung efisiensi, tapi jangan sampai justru program yang paling dirasakan manfaatnya malah dikorbankan. BPBL itu nyata dampaknya, rakyat kecil sangat butuh,” ujarnya.

Meitri menyebut, BPBL juga sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang bertekad mewujudkan seluruh desa dan rumah tangga Indonesia teraliri listrik dalam empat tahun ke depan.

“Listrik itu bukan sekadar penerangan. Listrik itu pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, bahkan ibadah. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, usaha kecil bisa buka malam hari, dan Puskesmas bisa melayani pasien lebih optimal,” katanya.

Pos terkait