Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wamenkeu demi menyinergikan kebijakan fiskal dan moneter di tengah stagnasi ekonomi.
Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah strategis dengan melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Kamis (5/2/2026). Langkah ini diambil tepat saat Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang tertahan di level 5,11 persen, meleset dari target pemerintah sebesar 5,2 persen.
Penunjukan Juda Agung, yang merupakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), dipandang sebagai upaya “bedah saraf” untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi nasional. Juda mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas Djiwandono, yang kini bergeser menjadi Deputi Gubernur BI.
Menembus Stagnasi Pertumbuhan 5 Persen
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koordinasi antara “Jalan MH Thamrin” (BI) dan “Lapangan Banteng” (Kemenkeu). Sinergi ini krusial untuk mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026 yang telah ditetapkan dalam RAPBN.
“Fiskal dan moneter harus terkoordinasi dan tersinergi dengan baik. Kita harus sinergi lebih baik untuk mencapai target pertumbuhan dan menjaga stabilitas makro ekonomi,” ujar Juda Agung usai pelantikannya di Jakarta. Pengalaman panjang Juda di otoritas moneter diharapkan mampu mempercepat transmisi kebijakan sektor riil.
Menahan Tekanan Rupiah dan Defisit
Langkah “tukar pemain” antara Juda dan Thomas ini juga menjadi sinyal kuat bagi pasar keuangan. Saat ini, nilai tukar Rupiah tengah berada di bawah tekanan dan ditutup melemah ke level Rp16.830 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore (5/2). Investor mengkhawatirkan pelebaran defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92% dari PDB.
Dengan menempatkan teknokrat yang paham “isi perut” BI di Kemenkeu, pemerintah berupaya meredam gejolak pasar obligasi. Kehadiran Juda diharapkan dapat mengoptimalkan jadwal lelang SBN dan menjaga yield tetap menarik, sekaligus membantu mengendalikan inflasi yang sempat menyentuh 3,55% di awal tahun 2026.***





