Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan. Salah satu caranya dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata sejarah di Surabaya yang menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Surabaya memiliki sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa, mulai dari monumen pahlawan, bangunan bersejarah, hingga lokasi pertempuran melawan pasukan Sekutu.
Mengunjungi tempat-tempat tersebut tidak hanya menjadi kegiatan wisata, tetapi juga dapat menjadi cara untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memahami sejarah perjuangan bangsa.
Berikut lima destinasi wisata sejarah di Surabaya yang dapat dikunjungi untuk mengisi momentum HUT ke-81 RI, seperti dikutip dari laman Traveloka, Minggu (16/8/2026).
1. Monumen Jenderal Soedirman
Monumen Jenderal Soedirman berada di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Monumen ini didirikan pada 10 November 1970 untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman, Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama.
Patung tersebut menampilkan sosok Jenderal Soedirman mengenakan seragam PETA, sepatu bot, dan pedang di pinggang sebelah kiri.
Di bagian bawah patung terdapat kata-kata perjuangan Jenderal Soedirman yang menggambarkan semangat mempertahankan kemerdekaan.
Jenderal Soedirman dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia memimpin perjuangan dalam Palagan Ambarawa pada 12-15 Desember 1945.
2. Penjara Kalisosok
Penjara Kalisosok menjadi salah satu bangunan bersejarah di Surabaya yang berkaitan dengan perjalanan perjuangan bangsa.
Penjara yang dibangun pada 1808 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels tersebut pernah menjadi tempat penahanan sejumlah tokoh penting Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Soekarno, KH Mas Mansyur, WR Soepratman, dan HOS Tjokroaminoto.
Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Penjara Kalisosok sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi.
Tempat ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat jejak sejarah perjuangan di Surabaya.
3. Hotel Majapahit
Hotel Majapahit, yang sebelumnya dikenal sebagai Hotel Yamato, menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah perjuangan rakyat Surabaya.
Bangunan yang berdiri sejak masa kolonial Belanda itu menjadi saksi peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda.
Peristiwa tersebut terjadi setelah pemuda Indonesia memprotes pengibaran bendera Belanda berwarna merah, putih, dan biru di hotel tersebut.
Para pemuda kemudian merobek bagian warna biru sehingga bendera itu berubah menjadi Merah Putih. Bendera Merah Putih selanjutnya dikibarkan di bagian atas hotel.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian perjuangan rakyat Surabaya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
4. Jembatan Merah
Jembatan Merah merupakan salah satu ikon sejarah Kota Surabaya.
Jembatan yang menghubungkan wilayah Surabaya bagian timur dan barat ini menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan pertempuran antara pejuang Surabaya dan pasukan Sekutu.
Kawasan Jembatan Merah memiliki hubungan erat dengan rangkaian peristiwa Pertempuran Surabaya yang kemudian menjadi salah satu simbol heroisme rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan.
5. Gedung Internatio
Gedung Internatio berada di Jalan Jayengrono, Surabaya, tidak jauh dari kawasan Jembatan Merah.
Bangunan yang didirikan pada 1929 tersebut menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah Pertempuran Surabaya karena pernah digunakan sebagai markas pasukan Sekutu.
Gedung Internatio juga menjadi saksi tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby, pimpinan pasukan Inggris di Surabaya.
Lokasinya berada di sekitar Stasiun Jembatan Merah dan kawasan Jembatan Merah Plaza.
Mengenang Sejarah di Kota Pahlawan
Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan melalui sebuah sebutan. Sejumlah sudut kotanya menyimpan jejak panjang perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.
Mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk mengenang para pahlawan sekaligus memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang.
Momentum HUT ke-81 RI pun dapat diisi bukan hanya dengan perayaan, tetapi juga dengan kembali melihat jejak sejarah yang ada di sekitar kita.
Sebab mengenang sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi memahami harga yang harus dibayar untuk sebuah kemerdekaan.***





