Kampung Legenda di Surabaya, Destinasi Wisata yang Tawarkan Sejarah Dibalut Suasana Tempo Dulu

Kampung Legenda
Kampung Legenda yang berada di Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. (Dinkominfo Surabaya)

Kampung Legenda di Lidah Kulon, Surabaya, hadir sebagai destinasi wisata edukasi sejarah. Pasar UMKM buka minggu pertama dan ketiga, dengan transaksi memakai kepeng.

Di tengah hiruk-pikuk Surabaya Barat, sebuah perkampungan tematik menawarkan suasana tempo dulu. Namanya Kampung Legenda, berlokasi di Lidah Kulon 3, RT 5, RW 2, Kecamatan Lakarsantri.

Kampung sepanjang 400 meter ini mulai dibuka Mei 2024. Pengunjung disuguhi saung dari sesek dan bambu tempat UMKM menjajakan wedang, ketan, hingga makanan berat.

Wisata Edukasi Sejarah

Hiasan 5 dimensi berbentuk naga, rusa, dan merak memperkuat cerita sejarah. Antara lain legenda Joko Berek atau Sawunggaling, serta asal usul Reog Ponorogo.

Bacaan Lainnya

Pengunjung bisa merasakan menjadi sosok legenda dengan bantuan teknologi dan kostum. Video dengan kostum legenda dikenakan Rp20 ribu per orang atau Rp50 ribu per kelompok.

Inisiator Kampung Legenda, Sugeng Heri Kuswanto, mengatakan kampung ini lahir dari kegelisahan warga. “Banyak warga berdagang tapi hanya terbeli warga sekitar,” ujarnya, Minggu (8/11/2026).

Selain ekonomi, ia ingin memberi sarana edukasi sejarah bagi anak muda. “Kami mengkonsep wilayah yang bisa berdikari secara ekonomi dan berkarya di bidang budaya,” kata pria yang akrab disapa Wawan.

Pasar Kepeng dan Rencana Pengembangan

Pasar UMKM dibuka minggu pertama dan ketiga setiap bulan. Pembeli menukar uang dengan kepeng untuk merasakan nuansa masa lalu.

“Pembayaran menggunakan kepeng masih uji coba dan evaluasi,” jelas Wawan. Pasar hanya buka akhir pekan agar tidak mengganggu warga.

Ke depan, Wawan berencana menambah spot baru dan menggabungkan wisata Lidah Kulon dengan Lidah Wetan. Termasuk wisata air di Waduk Slamet bekerja sama dengan Pemkot Surabaya.

“Kami berharap Surabaya Barat berbudaya, masing-masing kelurahan menampilkan wisatanya,” paparnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan