Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Medali Finisher Bisa Dipakai untuk Diskon Hotel dan Restoran

Surabaya Marathon 2026
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) menjelaskan Surabaya Marathon 2026. - Diskominfo Surabaya

Surabaya Marathon 2026 siap menghidupkan lagi sport tourism Kota Pahlawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung penuh penyelenggaraan Surabaya Marathon 2026 yang akan digelar pada Ahad, 2 Agustus 2026. Ajang sport tourism berskala internasional yang diinisiasi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur itu kembali digelar setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Menariknya, medali yang diperoleh para finisher tidak hanya menjadi simbol keberhasilan menyelesaikan lomba, tetapi juga dapat digunakan untuk mendapatkan potongan harga di berbagai hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan Surabaya Marathon merupakan salah satu ikon sport tourism Kota Pahlawan yang kembali dihidupkan pada tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah ikonnya Kota Surabaya sejak tahun 2018 yang sempat berhenti karena pandemi COVID-19. Maka, kita mulai lagi di tahun 2026 ini,” kata Eri, Jumat (3/7/2026).

Pemkot Surabaya juga memastikan kegiatan Car Free Day (CFD) pada 2 Agustus 2026 ditiadakan sementara demi mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang lari tersebut.

Medali Finisher Jadi Kartu Diskon

Eri menjelaskan, konsep medali yang bisa digunakan sebagai kartu diskon mengadopsi sistem maraton di sejumlah kota besar dunia, termasuk New York.

“Nanti medalinya bisa ditunjukkan untuk mendapatkan potongan harga di pusat perbelanjaan di titik tertentu, tempat makan, dan hotel. Jadi, peserta bisa keliling Surabaya dan menikmati diskon lewat medali tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Surabaya karena para peserta, khususnya yang berasal dari luar daerah, akan memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan pusat ekonomi di Kota Pahlawan.

“Melalui maraton ini, kita mengenalkan Surabaya ke seluruh dunia. Jika wisatawan datang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Uang berputar untuk warga, sehingga program sekolah gratis, kesehatan gratis, dan pembangunan infrastruktur bisa terus berjalan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan