Siswa SMP di Lumajang Meninggal Dunia Diduga Akibat Perundungan Teman Sekelas

Siswa SMP di Lumajang
Ilustrasi bullying. - Pixabay

MI diduga menjadi korban bullying dua teman sekelasnya berinisial S dan A, hingga berujung meninggal sebulan kemudian.

Dunia pendidikan kembali berduka setelah aksi perundungan (bullying) brutal merenggut nyawa seorang siswa SMP berinisial MI (16) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. MI diduga menjadi korban bullying dua teman sekelasnya berinisial S dan A, hingga berujung meninggal sebulan kemudian.

Adapun S kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sementara terduga pelaku lain, A masih berstatus sebagai saksi.

Kepala SMP PGRI Sukodono Yunita Wahyuningsih mengungkapkan, bahwa peristiwa perundungan yang menimpa MI terjadi pada 18 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menuturkan, saat itu merupakan hari pertama TKA untuk siswa kelas 3 di SMP PGRI Sukodono, Lumajang. Setelah peristiwa memilukan itu, menurut Yunita, korban masih mengikuti TKA sampai selesai pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Yunita mengatakan dua peserta didik tersebut merupakan siswa pindahan dari sekolah lain. Kata dia, korban dikenal pendiam selama belajar di lembaga pendidikan ini.

“Keseharian korban, anaknya pendiam dan nurut. Kalau prestasi dia mengaji,” ujarnya, seperti dikutip Jumat (4/7/2026).

Sementara kepribadian pelaku justru sebaliknya. Kata dia, siswa tersebut sangat mudah emosian ketika di sekolah, hal itu bisa dilihat dari raut wajahnya.

“Kalau pelaku anaknya tempramen,dilihat dari raut mukanya itu gampang emosi juga,” tegas Yunita.

Makanya seusai memukul korban pada 18 Mei 2026 lalu, Yunita mengaku langsung memanggil pelaku di ruang kerjanya untuk memberi nasehat agar tidak main pukul ketika emosi.

Sampai hampir sebulan pasca kejadian, korban mengalami perdarahan pada giginya. Keluarga pun membawa korban ke rumah sakit. Tidak lama menjalani perawatan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ada pun Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto, mengatakan hasil penyelidikan sementara, diketahui motif tersangka menganiaya temannya hingga tewas adalah bullying.

“Motifnya saat ini yang kita ketahui bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan