Jaringan perjokian lintas pulau ini terbongkar di Unesa. Polisi mengamankan 14 tersangka yang memiliki peran mulai dari joki lapangan hingga pembuat dokumen palsu.
Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat perjokian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kota Pahlawan. Sebanyak 14 tersangka yang terlibat dalam sindikat ini.
Keempat belas tersangka itu antara lain BPH (29) dokter, DP (46) dokter, MI (31) dokter dan ITR (38) ASN P3K, CDR (35) ASN P3K. Lalu ada PIF (21) mahasiswa, IKP (41) karyawan swasta, FP (35) karyawan swasta, RZ (46) pedagang, HRE (18) pelajar, BH (55) wiraswasta, SP (43) karyawan swasta, SA (40) karyawan swasta.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, kasus terungkap berawal dari pelaksanaan UTBK SNBT di Gedung Rektorat Lantai 4 Unesa, Jl Lidah Wetan, pada 21 April 2026 lalu.
Saat itu, pengawas ujian yang berasal dari Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) mencurigai salah satu peserta atas nama HER.
“Karena curiga, pengawas melakukan pengecekan administrasi dengan foto dan identitas peserta atas nama HER dan tersangka yang datang ke lokasi ujian,” katanya, dikutip Jumat (8/5/2026).
Selain itu, pihak BP3 juga melakukan pengecekan sekolah asal peserta lewat dokumen ijazah yang dikumpulkan. Saat itu, sekolah asal peserta membenarkan seluruh dokumen, hanya saja mereka menyatakan kalau tersangka yang mengerjakan ujian bukan pemilik ijazah tersebut. Kecurigaan pengawas pun semakin kuat.
Luthfie menuturkan bahwa tersangka dipersilakan mengerjakan ujian sampai selesai untuk kemudian dipanggil dan dimintai penjelasan.
“Kepada pengawas, tersangka mengakui perbuatannya yang menggantikan peserta atas nama HER. Kemudian, pihak pengawas melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya,” ungkapnya.
Dari pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian, ternyata tersangka tidak melakukan praktik perjokian seorang diri. Ada tersangka yang berperan sebagai penerima order, pemberi order, joki lapangan, dan pembuat dokumen KTP palsu. Bahkan mereka telah beroperasi selama sembilan tahun sejak 2017 lalu, dengan melibatkan jaringan lintas daerah.





