Viral Dapur Makan Bergizi Gratis Surabaya Berhenti Operasi, Emil Dardak: Sedang Diproses

Dapur MBG di Surabaya
Wagub Jatim Emil Dardak. SAMUDRAFAKTA/MASRUROH
Pesan berantai menyebut seluruh dapur MBG di Surabaya terkendala anggaran. Wagub Jatim pastikan pencairan sedang berjalan secara bertahap melalui sistem virtual account.

Beredar pesan berantai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Jawa Timur, berhenti beroperasi sementara karena terkendala pencairan anggaran. Kabar tersebut bermula dari adanya pesan berantai WhatsApp Grup pada Kamis (7/5/2026) yang menyebut seluruh dapur MBG di Surabaya belum mendapatkan pencairan anggaran sehingga terancam tidak beroperasi.

Selamat pagi rekan-rekan mau menginfokan bahwa sedang terjadi kendala diseluruh dapur di Surabaya bahwa dana dari pemerintah tidak cair nggih, mohon doa nya agar diminggu ini semoga dana cair direkening kami.. Krn jika belum cair maka kami terpaksa harus berhenti operasional dahulu sampai dana dari pusat cair 🙏🏻 Akan kami informasikan kembali, harap menjadi informasi dan support nya nggih matur nuwun,” demikian bunyi pesan tersebut, seperti dikutip Jumat (8/5/2026).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku telah melakukan pengecekan kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Emil menyebut persoalan pencairan dana memang terjadi di beberapa dapur, namun tidak seluruhnya seperti yang disebut dalam pesan berantai.

Bacaan Lainnya

“Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut,” ujar Emil.

Emil menjelaskan bahwa pencairan dana telah diproses secara bertahap yang ditransfer melalui virtual account masing-masing pengelola dapur MBG.

“Namun, menurut PPK dari BGN, sudah mulai diproses pencairannya. Pencairan ke Virtual Account,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan, akan tetap memantau setiap perkembangan masalah tersebut agar tidak mengganggu pelayanan dan dapur MBG tetap beroperasi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait jumlah dapur yang terdampak maupun potensi penghentian operasional akibat keterlambatan pencairan dana tersebut. ***

Pos terkait