ITS Gunakan Teknologi AI untuk Amankan UTBK 2026

UTBK ITS
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD terjun langsung melakukan inspeksi pelaksanaan UTBK. HUMAS ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember menerapkan sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan dan skrining ketat guna menjamin integritas belasan ribu peserta UTBK 2026.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, meninjau langsung kesiapan fasilitas di Gedung Tower 1 pada Kamis (23/4/2026) untuk memastikan kelancaran ujian bagi 12.585 peserta.

Otoritas kampus menerapkan prosedur keamanan berlapis di setiap ruangan melalui penggunaan detektor logam. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap aksesori peserta, seperti jam tangan dan kacamata, yang berpotensi disalahgunakan sebagai alat komunikasi ilegal untuk berbuat curang selama ujian.

Bacaan Lainnya

“Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” tegas Bambang Pramujati.

Selain pengawasan fisik, kampus ini juga menyiapkan mitigasi pascaujian melalui teknologi face recognition berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memastikan validitas identitas peserta hingga tahap daftar ulang.

Fasilitas Penunjang dan Penguatan Jaringan

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, ITS menyediakan lima posko informasi serta ruang tunggu yang memadai bagi pengantar. Menariknya, kantin pusat di area kampus mulai beroperasi lebih awal pada pukul 05.30 WIB guna memfasilitasi peserta sesi pagi yang membutuhkan sarapan sebelum memasuki ruang seleksi.

Secara teknis, infrastruktur digital turut diperkuat dengan penambahan jumlah server dari dua menjadi tiga unit. Langkah ini diambil untuk memperlancar proses pengiriman data jawaban ke pusat sekaligus meminimalisir kendala sistem saat beban kerja server memuncak.

“Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” tambah Bagus Jati Santoso, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS.

Kebijakan ini memastikan alokasi pita lebar (bandwidth) di area kampus sepenuhnya diprioritaskan untuk kelancaran sistem UTBK nasional.

Statistik Pelaksanaan Hari Pertama

Tahun ini, pelaksanaan ujian tersebar di 48 titik lokasi kampus hingga 29 April mendatang. Pada sesi pembuka, tercatat sebanyak 38 peserta tidak hadir tanpa keterangan, sementara 13 peserta lainnya terganjal masalah administrasi karena tidak membawa dokumen wajib seperti ijazah atau surat keterangan sekolah.

Melalui kombinasi pengawasan ketat dan dukungan teknologi andal, ITS berkomitmen menciptakan akses seleksi perguruan tinggi yang adil. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi para pejuang masuk kampus di tengah persaingan ketat SNBT 2026.***

Pos terkait