Pertunjukan Drama Ketidakakuran Cak Imin – Gus Ipul, Bagaimana Relasi Elite NU ke Depan?

“Lihat hasil survei indikator tadi, saya rasa PKB salah resep sehingga banyak kiai yang mengalihkan dukungan, termasuk tentu juga warga NU. Mungkin karena strateginya, mungkin karena pernyataan-pernyataannya yang tidak simpati, menyerang, dan mengembangkan isu yang tidak perlu. Akhirnya suaranya stagnan khususnya, di kalangan warga NU,” ungkap Gus Ipul usai menjadi narasumber dalam rilis survei terbaru Indikator Politik Indonesia, dikutip dari detik.com, Kamis (1/2/2024).

“Gus Muhaimin belum ada strategi atau resep yang jitu untuk merangkul warga NU, bahkan ulama-ulama yang dulunya mendukung, sekarang pelan-pelan berubah. Ini juga harus dilihat sebagai sebuah fakta yang tergambar dalam survei tadi,” bebernya.

Menanggapi pernyataan Gus Ipul, Cak Imin menyebut Gus Ipul salah alamat. “Apa yang mau ditanggapi, PBNU telah salah alamat, posisinya saya ikut Gus Mus (Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri),” kata Cak Imin usai kampanye di lapangan taman kirana, Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/2/2024).

Bacaan Lainnya

“Gus mus menyatakan PBNU tidak ikut-ikut, tapi kalau PBNU ikut-ikut berarti tidak usah diikuti,” tegas Cak Imin. Yang paling mutakhir, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak PKB yang dipimpin Cak Imin segera kembali ke jalan yang benar. Apalagi selama ini PKB sering mengeklaim sebagai partai warga NU, sehingga sudah selayaknya segera kembali bersama NU menyejukkan suasana dengan menerima hasil Pemilu 2024.

“Kembalilah ke jalan yang benar, yakni jalan yang sesuai dengan NU. PBNU sudah menerima (hasil pemilu) dan marilah kita sama-sama menghormati hasilnya. Kalau PKB mengaku partainya NU, ya mari bersama PBNU menyejukkan suasana,” kata Gus Ipul, Sabtu (18/2/2024).

Mantan wakil gubernur Jawa Timur itu mengungkapkan, sebagai peserta pemilu yang sudah lama, PKB tahu persis hasil perhitungan cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei sangat akurat. Apalagi quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan hasil yang sama.

“Jika memang ada masalah, silakan dilaporkan agar diproses, tetapi PKB harus ikut menjaga kesejukan proses demokrasi ini. Pemilu 2024 sudah selesai, tidak perlu lagi berlarut-larut mempermasalahkan prosesnya,” kata Gus Ipul yang pernah menjabat sekjen PKB di era 2000-an ini.

Gus Ipul menegaskan, PBNU juga telah menyatakan bahwa Pilpres 2024 berjalan dengan baik dan lancar. Dia juga menyarankan PKB melapor jika menemukan masalah dan juga menjaga kesejukan proses demokrasi. Dia juga meminta elite PKB meminta nasihat ke Rais Aam dan Ketum PBNU mengenai langkah perpolitikan ke depan.

“(PKB) Mintalah nasihat kepada Rais Aam dan Ketua Umum (PBNU) bagaimana langkah-langkah PKB ke depan. Kalau menyadari bahwa partai ini didirikan NU, sudah sepantasnya PKB kembali ke NU,” katanya.

Menurut Gus Ipul, PKB sebenarnya masih dipercaya warga NU, tetapi keputusan PKB dalam mendukung calon presiden (capres) dalam Pilpres 2024 jauh dari harapan ulama.

Gus Ipul menegaskan, PBNU tidak pernah memusuhi PKB. Hanya saja, PBNU menyayangkan langkah politik elite PKB yang tidak mendengarkan kata ulama dan kiai, sehingga membingungkan para ulama, kiai, dan warga NU.

“Jadi, segeralah kembali ke pangkuan NU,” kata Gus Ipul yang juga keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Pos terkait