JAKARTA — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mencuit didi akun X–sebelumnya Twitter–pribadinya @cakimiNow pada Senin (19/2/2024), pukul 8.55 WIB begini: “Selamat pagi para pejuang perubahan .! Teruslah bekerja menjaga suara rakyat. Jangan hiraukan makelar yang namanya saipul, mengatas namakan NU, padahal cuma makelar“.
Hubungan Cak Imin dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memang dikabarkan renggang usai Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.
Salah satu indikasi kuat kereanggangan tersebut adalah ketika Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, meminta masyarakat tidak memilih capres yang didukung Abu Bakar Ba’asyir maupun Amien Rais. Gus Ipul tidak menyebut secara gamblang siapa Capres-Cawapres yang didukung Abu Bakar Ba’asyir dan Amien Rais, namun keduanya belakangan diketahui telah mendukung pasangan Anies-Muhaimin alias AMIN.
“Jangan kita mendukung pasangan yang didukung oleh orang-orang yang berseberangan dengan cara berpikirnya orang NU. Seperti calon yang didukung Abu Bakar Ba’asyir misalnya, apalagi ada Amien Raisnya juga,” kata Gus Ipul pada Selasa, 16 Januari 2024.
Menanggapi pernyataan Gus Ipul, Cak Imin meresponsnya dengan menganggap bahwa Sekjen PBNU tersebut tak konsisten dengan sikap PBNU, usai meminta warga NU tak memilih calon yang didukung oleh Abu Bakar Ba’asyir dan Amien Rais di Pilpres.
“Saya kira itu mengada-ada. Dan tidak konsisten dengan statement sebelumnya bahwa PBNU netral,” kata Cak Imin di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2024–atau sehari setelah Gus Ipul mengeluarkan pernyataan..
Cak Imin ketika itu juga menyebut bahwa PBNU telah mengambil sikap untuk tak berpihak di Pilpres. Baginya, jika ada oknum yang berpihak di Pilpres, itu adalah tindakan yang memalukan. “Keberpihakan itu memalukan. Karena sejak awal PBNU itu seharusnya tak harus berpihak,” kata dia.
Gus Ipul juga pernah menganggap strategi Cak Imin dan PKB di Jawa Timur pada Pemilu 2024 kurang jitu. Anggapan Gus Ipul muncul untuk merespons hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait preferensi warga NU dan Dinamika Elektoral di Jawa Timur.
Survei tersebut mengungkap sebaran suara nahdliyin di Jatim, yang mengarah pada pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut Gus Ipul, keunggulan suara Prabowo-Gibran di kalangan warga NU versi survei indikator itu menunjukkan PKB salah strategi atau salah resep. Sehingga, banyak kiai dan ulama yang sebelumnya mendukung Muhaimin Iskandar, mengalihkan dukungannya.





