Hanya 4 Persen Kecamatan Miliki SMP dan SMA Negeri Bermutu, Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi

Sekolah Nasional Terintegrasi
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menandatangani kerja sama dengan Pemda. --Kemendikdasmen
Pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan bermutu dengan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai daerah. Langkah ini ditempuh setelah data menunjukkan baru sekitar 263 dari 7.288 kecamatan di Indonesia, atau hanya sekitar 4 persen, yang memiliki SMP dan SMA negeri berkualitas secara bersamaan.

Untuk mempercepat pembangunan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan sebagai dasar pembangunan SNT.

Sebanyak 16 kepala daerah menandatangani NPHD dan BAST, sementara 14 pemerintah daerah lainnya menandatangani komitmen percepatan penyelesaian lahan dan dokumen pendukung. Dengan demikian, total 30 pemerintah daerah terlibat dalam tahap awal percepatan pembangunan SNT.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menegaskan, hibah tanah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan di daerah.

Bacaan Lainnya

“Di atas lahan yang dihibahkan ini akan dibangun pusat mutu pendidikan yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan bermutu tingkat SMP dan SMA kepada murid SNT, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dan mendorong kemajuan sekolah-sekolah di sekitarnya. Ini merupakan wujud nyata gotong royong pemerintah pusat dan daerah,” kata Suharti, Senin (3/8/2026).

SNT Jadi Pusat Peningkatan Mutu Pendidikan

Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan sekolah negeri yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu sistem pengelolaan sehingga proses pembelajaran berlangsung berkesinambungan. Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah dan sekolah tidak menggunakan sistem asrama.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto mengatakan SNT dirancang bukan hanya melayani peserta didik, tetapi juga menjadi motor peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Menurutnya, SNT akan menjadi pusat pengembangan guru sekaligus katalis peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya sehingga dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan menjadi faktor yang sangat penting.

Target 500 Sekolah hingga 2029

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota. Sebanyak 17 lokasi dijadwalkan mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Program ini merupakan bagian dari target nasional menghadirkan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap hingga 2029.

Ke depan, SNT akan menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis STEAMS (science, technology, engineering, arts, mathematics, dan sports). Sekolah juga akan dilengkapi Teaching and Learning Center sebagai pusat pengembangan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta kolaborasi antarsatuan pendidikan.

Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden Udyiana Mulyadin menyebut hibah tanah menjadi fondasi penting agar pembangunan SNT segera berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak anak Indonesia.

Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah selanjutnya akan mempercepat pematangan lahan, penyelesaian legalitas tanah, perizinan, hingga pembangunan sekolah melalui skema multiyears, sehingga akses pendidikan bermutu dapat semakin merata di seluruh Indonesia.***

Pos terkait