Sejumlah murid SMA sederajat mengaku lebih percaya diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) setelah menjalani pendalaman materi dan latihan soal.
Pengalaman mengikuti asesmen tersebut juga mendorong mereka semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, pelaksanaan TKA gelombang kedua secara umum berjalan lancar. Hal itu disampaikannya setelah berdialog dengan murid yang telah menyelesaikan asesmen, Rabu (4/11/2026).
“Hari ini saya kembali mengunjungi murid-murid yang baru saja menyelesaikan TKA. Secara keseluruhan penyelenggaraan TKA berjalan lancar, anak-anak dapat mengerjakan dengan baik dan merasa TKA tidak semenakutkan yang mereka pikir,” kata Fajar.
Ia berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar di berbagai daerah hingga seluruh rangkaian asesmen selesai.
Dalam dialog tersebut, sejumlah murid menyampaikan pengalaman sekaligus masukan terkait pelaksanaan TKA. Masukan itu mencakup bentuk soal, durasi pengerjaan, ukuran huruf pada layar, hingga kualitas gambar.
Fajar mengatakan, murid juga berbagi pengalaman mengenai cara mempersiapkan diri menghadapi asesmen, termasuk belajar secara berkelompok.
“Puji syukur TKA membuat mereka antusias belajar dan mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya secara lebih matang,” ujarnya.
Pada hari pertama TKA gelombang kedua, Senin (2/11/2026), sebanyak 1.338.684 murid SMA/MA/SMK dan sederajat mengikuti asesmen mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan berlangsung secara daring dan semi daring di satuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Kemendikdasmen menegaskan, TKA tidak wajib diikuti seluruh murid dan bukan penentu kelulusan. Asesmen ini bertujuan memperoleh informasi mengenai capaian akademik murid sebagai salah satu bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.
Hasil TKA diharapkan menjadi gambaran objektif capaian akademik murid. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan satuan pendidikan, pendidik, dan orang tua untuk memahami kebutuhan belajar serta merumuskan langkah perbaikan pembelajaran.
Kemendikdasmen berharap pelaksanaan TKA yang berintegritas dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.***





