Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi bahwa serangan akan terus berlanjut dengan taktik baru dan rudal generasi terbaru. Iran juga memperingatkan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya merupakan pelanggaran hukum internasional yang tak akan dibiarkan tanpa balasan.
Sementara itu, di panggung diplomasi, Trump mengusulkan gencatan senjata yang disambut setengah hati oleh Israel. Meski menyatakan setuju, Israel tetap berkeras akan membalas jika ada pelanggaran.
Iran, di sisi lain, membantah adanya kesepakatan apa pun. Bagi Mousavi, semua ini hanyalah permainan politik yang tak mengubah tekad Iran. “Apa pun skenario yang dibayangkan musuh, operasi pembalasan kami tidak akan berhenti hingga mereka menyerah,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Mousavi menegaskan bahwa setiap langkah balasan Iran memiliki legitimasi moral, konstitusional, dan strategis. Ia mengirimkan pesan keras: harga agresi akan mahal dan berkelanjutan. Di tengah ketegangan yang kian meruncing, dunia hanya bisa menunggu langkah berikutnya dari Republik Islam yang tak gentar ini.***





