Pemilu Wajib Damai dan Bahagia!

Dalam pandangan Hasyim, banyak masyarakat hanya menyadari dimensi politik dan ekonomi dari Pemilu, tetapi tak banyak yang menyadari bahwa Pemilu juga memiliki dimensi kebudayaan. Padahal, kata Hasyim, Pemilu itu tak ubahnya permainan catur, bola, gaple, atau main ping pong. Yang main itu-itu saja.

“Kalah nanti tanding lagi. Kalah lagi, tanding lagi. Dan tidak ada ceritanya ngambek. Pasti habis itu ketemu temennya, pengen ngulang lagi permainan itu,” kata Hasyim.

Bacaan Lainnya

Hasyim mengaku langsung setuju ketika seniman Sujiwo Tedjo mengusulkan agar acara ini digelar di Bentara Budaya Jakarta. Pasalnya, bangunan ini dianggap “rumah kudus” alias “rumah suci”.

“Saya berasal dari Kudus (Jawa Tengah). Di Bentara Budaya ini (Lembaga Kebudayaan Kompas Gramedia yang menampung dan mewakili wahana budaya bangsa), saya seakan pulang kembali ke rumah sendiri. Dan satu-satunya kota (di Indonesia) yang menggunakan kata bahasa Arab, ya, cuma Kudus. Artinya ‘suci’. Jadi, kalau kita berdoa dimulai dari rumah suci, rumah kudus ini, saya kira sudah tepat ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan Kompas Gramedia,”tuturnya.

Mendagri Tito Karnavian, yang hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo, mengatakan bahwa banyak sekali pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 yang diharapkan bisa bekerja maksimal. “Tapi, ada satu stakeholder,dalam pendapat saya, yang jauh lebih penting dari semuanya, itu yaitu Tuhan. Pekerjaan serumit di negara yang nomor 4 di dunia populasinya, dan tantangan medan yang luar biasa, kompleks variatif, ada hutan, gunung, laut, ada yang pilkada nanti dilaksanakan di pulau, di tengah-tengah daerah terpencil, semua harus dijalani,” kata Tito.

“Tidak seperti Singapura, yang negara kota, itu akan mudah sekali. Maka, peran Tuhan menjadi sangatlah krusial dan critical,” imbuh eks Kapolri itu. Tito juga mengingatkan, sehebat apa pun KPU menyelenggarakan Pemilu, Bawaslu mengawasi, aparat keamanan mengamankan, penegak hukum menegakkan hukum, partai politik melakukan yang terbaik cara bertandingnya, pemerintah bekerja maksimal, semuanya tetap akan tergantung dari Yang Maha Mengatur.

Mantan Kapolri ini juga mengapresiasi acara ini sebab, di saat kontestasi politik hari ini diwarnai oleh acara-acara kampanye yang serba wah, ada momentum yang justru mengajak seluruh pihak merenung dan berharap kepada Tuhan agar Pemilu 2024 berjalan lancar, aman, damai, dan berhasil menelurkan pemimpin-pemimpin terbaik, dalam bentuk acara doa bersama. “Terima kasih banyak, sekali lagi, apresiasi yang tinggi kepada Kompas, KPU, dan semua pihak,” pungkasnya.

Pos terkait