Muslimat NU dan PKB Klop Calonkan Ngesti-Nur Arifah Sebagai Cabup-Cawabup Kab. Semarang di Pilkada 2024, PCNU Diprediksi Punya Calon Sendiri

UNGARAN — Ketegangan di tingkat pusat antara PKB dan NU tidak sepenuhnya berimbas ke daerah. Di Kabupaten Semarang, DPC PKB dan Muslimat NU justru solid berkoalisi mengusung Ketua Muslimat NU, Nur Arifah, sebagai calon wakil bupati untuk mendampingi petahana, Ngesti Nugraha, dalam Pilkada 2024.
Ngesti Nugraha diketahui merupakan bupati petahana yang masih menjabat sebagai Bupati Semarang, sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang. Nur Arifah merupakan Kepala Desa Rembes, di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang sekaligus Ketua Muslimat NU Kabupaten Semarang, yang memiliki jaringan yang kuat di desa-desa

Ngesti Nugraha resmi menerima rekomendasi PDI Perjuangan (PDIP) untuk maju Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Semarang 2024. Rekomendasi tersebut disampaikan pada Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah Kader PDI Perjuangan di Jakarta, Rabu (14/8/2024). Berdasarkan rekomendasi diterima Ngesti Nugraha berpasangan dengan Bakal Calon Wakil Bupati Hj Nur Arifah.

“Rabu (14/8) kemarin kami diundang ke DPP PDI Perjuangan khususnya untuk Pilkada Kabupaten Semarang. Alhamdulillah rekomendasi DPP PDIP turun kepada saya berpasangan dengan bu Nur Arifah,” ujar Ngesti Nugraha, dikutip dari Jateng Pos seusai mengukuhkan Pasukan Paskibraka di pendapa Rumah Dinas Bupati, Kamis (15/8) sore.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan 305 pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2024. 305 itu terdiri dari 12 bakal calon gubernur dan wakil gubernur serta 293 calon bupati dan wali kota.

Bacaan Lainnya

Surat rekomendasi Pilkada itu diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP Jakarta, Rabu (14/8/2024). Dari total banyaknya bakal calon yang diumumkan, di Jawa Tengah hanya ada empat daerah. Keempat daerah itu meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal. Sementara 31 daerah lainnya bakal diumumkan saat gelombang kedua.

Tidak lama setelah turunnya rekomendasi tersebut, pasangan Ngesti Nugraha-Nur Arifah juga mendapatkan rekomendasi dari Partai NasDem dan Demokrat. Sebagai informasi, Ngesti Nugraha dan Nur Arifah, sebelumnya telah menerima rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai NasDem pada Selasa (4/6) lalu di NasDem Tower.

Rekomendasi untuk Bacakada Kabupaten Semarang ini turun bersamaan dengan 10 rekomendasi untuk wilayah lain di Jawa Tengah. Partai NasDem merupakan partai pertama yang resmi memberikan dukungan kepada paslon ini.

“Tadi siang kami menerima rekomendasi dari Partai Nasdem, dan sore ini kami mendapatkan rekomendasi Partai Demokroat. Ini baru diambil bu Arifah ke Jakarta,” ungkapnya, dilansir Jateng Pos.

Dukungan partai politik untuk pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha – Nur Arifah selanjutnya datang dari dua partai, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Surat rekomendasi  Partai PAN diserahkan Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Sunarmin kepada Balon Bupati Semarang sekaligus incumbent , H. Ngesti Nugraha  di Kantor DPD PAN Kabupaten Semarang, Ling. Tegalrejo, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jum’at(16/8/2024) sore.

Adapun rekomendasi dari Partai Golkar diserahkan Ketua DPW Partai Golkar Jawa Tengah, Panggah Susanto kepada Balon Wakil Bupati Drs. Hj Nur Arifah, di Kantor DPW Partai Golkar Jawa Tengah di hari dan tanggal yang sama.

Sebelumnya, pasangan Ngesti dan Nur Arifah juga mendapatkan rekomendasi tahap pertama dari DPP PKB melalui DPC PKB Kabupaten Semarang, pada Rabu (14/8). Sekretaris DPC PKB Kabupaten Semarang Hanif Azka mengatakan, rekomendasi untuk menghadapi Pilkada 2024 diturunkan dalam dua tahap.

“Rekomendasi tahap pertama ini bertujuan agar pasangan melakukan kerja politik untuk pemenangan pilkada,” jelasnya saat dikutip dari Kompas, Selasa (23/7/2024).

Kerja politik dalam rekomendasi tahap pertama tersebut di antaranya konsolidasi internal dan sayap partai dan menjalin koalisi partai. “Rekomendasi tahap pertama ini keluar pada Senin (8/7/2024), ini nanti juga menjadi bahan evaluasi dan penilaian untuk rekomendasi tahap kedua,” kata Hanif.

Dia mengatakan, rekomendasi tahap dua merupakan keputusan final dari DPP PKB yang akan digunakan sebagai syarat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang.

Di saat ada kader Muslimat mencalonkan diri menjadi cawabup, Ketua PCNU Kabupaten Semarang masa khidmat 2024 – 2029, Ahmad Fauzan tak mau kalah. Dia mendaftar sebagai bakal calon Bupati Semarang melalui DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Sabtu (1/6/2024). Selain di PKB, diketahui Fauzan juga mendaftar di PPP, Partai Golkar, dan Gerindra.

Di saat PKB justru akur dengan Muslimat NU, pengurus cabang NU Kabupaten Semarang mengusung calon sendiri atau bergabung dengan partai politik di Kabupaten Semarang yang belum resmi mengumumkan cabup dan cawabup, yaitu PPP, PKS, Gerindra dan Hanura.

Jika dihitung, gabungan empat partai ini mempunyai 15 kursi di DPRD II Kab Semarang (PPP 6 kursi, PKS 4 kursi, Gerindra 4 kursi, Hanura 1 kursi). Syarat kelengkapan koalisi untuk mengusung pasangan calon adalah 10 kursi. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Semarang telah memberikan surat tugas kepada Ngesti Nugraha sebagai bakal calon (bacabup) Pilkada 2024 di Kabupaten Semarang, Ahad (4/8).

Di pihak lain, Gerindra, meski hanya memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Semarang, menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Semarang Sudarjak Agus Kasworo, sudaha ada tiga bakal calon bupati yang mendaftar dan tujuh bakal calon wakil bupati.

“Untuk bakal calon bupati yang mendaftar dan mengembalikan formulir adalah Ngesti Nugraha, Bupati Semarang saat ini, Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang Nurul Huda, dan Ketua PC NU Kabupaten Semarang Ahmad Fauzan,” jelasnya, dikutip dari Kompas, Jumat (14/6/2024).

Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang, Nurul Huda, diprediksi juga akan maju sebagai cabup di pilkada 2024 untuk menandingi Ngesti Nugraha dan melawan wacana kotak kosong PDIP. Sebelumnya, PDI Perjuangan memperkirakan akan melawan kotak kosong di 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Adapun tiga daerah yang menjadi prioritas bagi para bakal calon kepala daerah dari PDI-P untuk melawan kotak kosong, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Semarang. Nurul Huda sendiri sudah mengembalikan formulir pendaftaran calon Bupati Semarang di kantor DPD PKS, pada Sabtu (8/6/2024) dan ke DPD Partai Solidaritas Indonesia Kab.Semarang, pada Kamis (27/06/2024). Dia juga sudah berkomunikasi dengan Ketua PCNU Kabupaten Semarang Ahmad Fauzan.

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait