“Kami berkeyakinan, Indonesia bisa menjadi mercusuar perdamaian dunia. Seperti mercusuar yang menuntun kapal di malam gelap, bangsa ini bisa menuntun dunia menuju cahaya,” ujar Kuswatono dari Situs Persada Soekarno, Kediri.
Ruwatan dan Ancaman Perang Dunia
Di dalam surat resmi yang dikirim ke Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara, panitia menekankan alasan yang sangat mendesak: dunia sedang berada di tepi jurang.
Ancaman perang global, bahkan konflik nuklir, bukan lagi dongeng.

Beberapa kali Presiden Prabowo sendiri telah menyampaikan sinyal bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi gejolak dunia. Posisi geografis Indonesia yang berada di jalur strategis global menjadikan kita rentan… namun sekaligus berpeluang menjadi penjaga perdamaian dunia.
Ruwatan ini, menurut panitia, adalah bentuk dukungan moral dan spiritual kepada Presiden agar dapat membawa Indonesia menjadi kekuatan damai yang aktif, sebagaimana semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 dan Gerakan Non-Blok yang dulu digagas oleh Bung Karno.
“Kami mohon restu Presiden Prabowo, karena ini bukan sekadar acara, melainkan ikhtiar batin seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung kepemimpinan beliau dalam membawa negeri ini menuju kedamaian dunia,” tegas I Dewa Nyoman S. Hartana, Ketua Umum PCTA Indonesia.
Agenda Ruwatan Negara 18 Agustus 2025
Kegiatan ini akan berlangsung dengan semangat gotong royong dan lintas iman. Beberapa rangkaian acaranya meliputi:
- Kirab Budaya Nusantara
- Ujub Donga dan Doa Lintas Agama
- Sarasehan Kebangsaan
- Upacara Ruwatan Nasional
- Pentas Seni dan Refleksi Spiritual
Setiap elemen kegiatan dirancang untuk menyatukan kekuatan batin rakyat dari Aceh sampai Papua, dari gunung-gunung di Sunda hingga laut-laut di Maluku.





