Sejarawan nasional Anhar Gonggong—yang juga hadir dalam Ruwatan Negara—menegaskan bahwa Indonesia harus membedakan antara kemerdekaan dan berdirinya negara.
Tag: NKRI
Meruwat Negara dengan Doa Lintas-Agama — Cara Rakyat Indonesia Mendukung Presiden Menuju Mercusuar Perdamaian Dunia
Ruwatan, dalam tradisi Jawa, bukan hal baru. Tapi Ruwatan Negara? Ini adalah bentuk spiritualitas kolektif yang jarang terjadi.
Kata Prabowo, Ada Pihak Tertentu yang Bayar Massa untuk Demo hingga Rakyat Terpecah-Belah
Menurut Prabowo, dalam pengelolaan suatu negara, semua pihak perlu mewaspadai kelompok-kelompok atau kekuatan-kekuatan asing yang ingin mengadu domba seluruh elemen dalam negara.
3 April Diusulkan sebagai Hari NKRI. Apa yang Terjadi di Tanggal Itu?
Penetapan tersebut adalah penghormatan terhadap hadirnya kembali NKRI melalui mosi integral yang disampaikan Mohammad Natsir.
KH. Hasyim Asy’ari: Penyeru Resolusi Jihad, Kukuh Merawat Kehormatan Bangsa Indonesia
Kharisma dan ketokohan Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari tak hanya diakui di tanah Jawa. Ia disegani — baca selengkapnya
Jombang Melahirkan Banyak Pemberani yang Berkontribusi Besar terhadap NKRI
Dalam konteks wilayah administrasi kenegaraan dan pertumbuhan ekonomi, mungkin saat ini Kabupaten Jombang, Jawa Timur, — baca selengkapnya
Catatan Sejarah Membuktikan NKRI Lahir pada 18 Agustus 1945, Bukan 17 Agustus
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebuah negara kepulauan besar yang diapit oleh dua benua — baca selengkapnya
Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Lahirnya NKRI adalah Dua Momen Berbeda yang Wajib Diperingati
Jamak di Republik ini setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Padahal, tradisi yang sudah berpuluh tahun diselenggarakan ini sebenarnya merupakan sebuah kekeliruan. Cacat sejarah.
Republik Indonesia Sedetik Pun Tak Pernah Dijajah!
Sampai hari ini, masih banyak masyarakat dan warga negara Indonesia yang gagal memahami sejarah 17 — baca selengkapnya
NU Tolak Politik Identitas, Termasuk Identitas NU Sendiri
JAKARTA | SAMUDRA FAKTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil — baca selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









