Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan menyebut Indonesia darurat judi online alias judol. Indikatornya, perputaran uang judol mencapai Rp900 triliun sepanjang tahun ini di Indonesia. Lebih tinggi dari tahun 2023, yang menurut temuan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Rp327 triliun.
“Bapak Presiden dalam beberapa kesempatan menyampaikan perputaran judi online di Indonesia kini telah mencapai Rp900 triliun di tahun 2024. Pemainnya kurang lebih 8,8 juta masyarakat Indonesia, yang mayoritas para pemainnya adalah (kalangan ekonomi) menengah ke bawah,” ujar Budi Gunawan dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta, Kamis, 21 November 2024.
Budi menambahkan, dari jutaan pemain itu, 97 ribu di antaranya ialah anggota TNI-Polri. Sementara yang 1,9 juta adalah pegawai swasta.
Permainan judol juga telah meracuni semua kalangan usia. Bahkan, kata Budi Gunawan, Sebanyak 80 ribu pemain baru berusia di bawah 10 tahun.
“Delapan puluh ribu yang usianya di bawah 10 tahun dan angka ini diprediksi akan terus bertambah, jika kita tidak melakukan upaya masif di dalam pemberantasan judi online,” katanya.
Apa yang disampaikan Budi ini agak berbeda dengan pernyataan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana mengklaim jika transaksi judol di Indonesia menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Penurunan ini, menurut Ivan, bisa jadi dipengaruhi berbagai faktor, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat tentang dampak negatif perjudian, upaya penegakan hukum yang lebih ketat, hingga kampanye sosialisasi tentang konsekuensi hukum dari judol.
“Prediksi kami, angka agregat transaksi judol sepanjang tahun 2024 akan di bawah tahun lalu, yang Rp327 triliun,” kata Ivan kepada wartawan, Jumat, 15 November 2024.
Namun, pernyataan Menkopolkam Budi Gunawan hampir senada dengan pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, yang menyebut ada kenaikan nilai transaksi judol tahun ini.
Sebelumnya, pada Selasa, 12 November 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengungkap hika 1.836 anak-anak di Jakarta terlibat dengan judol di sepanjang 2024 ini. Data tersebut berdasarkan temuan PPATK yang dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.





