Anak-anak Dijerat Judi Lewat Algoritma

Ilustrasi jebakan mau algoritma dan kasus judi online anak. -AI GENERATE
Hampir 200.000 anak Indonesia terpapar judi online. Iklan terselubung, algoritma, dan game digital menjadi pintu masuk yang kian sulit diawasi.

Ruang digital Indonesia menghadapi alarm baru. Judi online kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang setiap hari menggunakan gawai untuk bermain, belajar, dan mengakses hiburan.

Data Komdigi menyebut hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80.000 anak masih berusia di bawah 10 tahun.

Bacaan Lainnya

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Medan, Rabu, 13 Mei 2026.

Algoritma Menjadi Umpan

Pakar keamanan siber menilai anak-anak tidak selalu mencari judi secara sadar. Mereka bisa terseret lewat iklan yang dikemas menyerupai permainan, lalu diperkuat oleh sistem rekomendasi platform digital.

Iklan judi kerap muncul dengan warna cerah, hadiah virtual, dan visual seperti game biasa. Sekali anak mengeklik, algoritma dapat menyodorkan konten serupa secara berulang.

Celah ini diperparah oleh lemahnya verifikasi usia. Anak-anak dapat memakai akun orang tua atau memalsukan tanggal lahir untuk mengakses layanan digital yang seharusnya dibatasi.

Game Menyamarkan Risiko

Ancaman lain datang dari fitur dalam game digital. Mekanisme seperti spin, loot box, mystery reward, roulette virtual, hingga hadiah berbasis keberuntungan dinilai membiasakan anak pada sensasi menang instan.

Pola itu membuat batas antara hiburan dan perjudian menjadi kabur. Anak diperkenalkan pada logika menang karena keberuntungan sebelum memahami risiko finansial di baliknya.

Di sisi transaksi, data PPATK menunjukkan judi online telah menyasar kelompok rentan, termasuk remaja dan pelajar. Nilai perputaran uang judi online hingga Oktober 2025 mencapai Rp155 triliun.

Laporan GoodStats yang mengutip data PPATK juga mencatat nilai transaksi judi online 2025 turun, tetapi jumlah transaksi naik tajam. Pola ini menunjukkan pergeseran ke transaksi kecil namun masif.

Pos terkait