Sinyal Terakhir Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Terlacak di Sebesi

Tim SAR gabungan menyusuri pantai Pulau Sebesi dan Pulau Umang dalam pencarian hari keempat 5 jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, Jumat (11/9/2026). (Polres Lampung Selatan)

Kementerian Komunikasi dan Digital melacak sinyal telepon seluler rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Titik kontak terakhir terdeteksi di Pulau Sebesi dan diserahkan ke Tim SAR.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan instansinya telah melacak sinyal telepon seluler rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Berdasarkan penelusuran jaringan telekomunikasi, titik kontak terakhir rombongan terdeteksi di kawasan Pulau Sebesi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tiga operator seluler. Mereka mendeteksi aktivitas BTS di seputaran Selat Sunda melalui Balai Monitoring Frekuensi Banten dan Lampung,” kata Nezar di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Nezar, data pemantauan tersebut telah diserahkan kepada Tim SAR Gabungan sebagai petunjuk operasi. Data posisi terakhir dari Pulau Sebesi itu terus diverifikasi di lapangan. Ia mengimbau masyarakat agar selalu merujuk pada informasi resmi dari tim yang bertugas mencari delapan warga negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Tujuh Hari Masa Pencarian

Ihwal tenggat operasi pencarian, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M. Syafii menyatakan proses ini akan mematuhi pedoman IAMSAR. Operasi ditetapkan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, terhitung sejak Selasa, 8 September 2026 hingga Senin pekan depan.

Memasuki hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan telah memperluas wilayah operasi dengan mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter. Armada tersebut menyisir sejumlah titik yang diduga kuat menjadi lokasi kapal, merujuk pada data gabungan termasuk koordinat sinyal telekomunikasi.

Selain itu, Syafii menjelaskan bahwa pergerakan armada fisik dibatasi dari pagi hingga pukul 17.00 WIB karena keterbatasan jarak pandang. Namun, Basarnas terus menyerukan informasi pencarian lewat siaran radio agar para pengguna jalur lalu lintas laut ikut memantau perairan.

Sebelumnya, rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru perahu cepat Arupadhatu 1 dinyatakan hilang kontak usai bertolak dari Dermaga Pagedongan, Pandeglang, Senin siang, 7 September 2026. Kelima jurnalis itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan jurnalis lepas Donal Husni. Mereka didampingi kapten kapal Warta, anak buah kapal Sukarman, dan pemandu Heriyanto.

“Nanti pada saat hari ketujuh, kami akan melaksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya, baik itu PVMBG, BMKG, maupun pihak medis untuk menentukan bagaimana kelanjutan operasi ini,” ujar Syafii.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan