Ia menekankan, selama belum ada program penyerap tenaga kerja yang terdampak, industri rokok tidak boleh “dibunuh” lewat kebijakan. “Ini menimbulkan orang susah saja,” tambahnya.
Meski begitu, Purbaya belum memastikan penurunan tarif cukai hasil tembakau. Ia menegaskan pasar domestik tetap akan dilindungi, terutama dari serbuan rokok ilegal yang kian marak dijual, termasuk secara daring.
“Kalau (cukai) enggak turun, tapi pasar mereka saya lindungi. Online-online yang palsu itu saya larang di sana,” kata Purbaya.
Ia telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas perdagangan rokok ilegal di platform daring. “Sekarang kita mulai kejar satu-satu,” ujarnya.
Menurut Purbaya, tidak etis negara menarik pajak besar dari industri rokok tanpa memberi perlindungan. “Mending gue hidupin yang di sini, di sana dibunuh,” ucapnya.
Ke depan, Purbaya berencana turun langsung meninjau industri rokok di Jawa Timur untuk menyerap aspirasi pelaku usaha sebelum mengambil keputusan final terkait tarif cukai. “Akan saya lihat seperti apa sih, (perlu) turun apa enggak,” pungkasnya.***





