Mahfud MD Diajak Gabung Komite Reformasi Polri, Tegaskan Pentingnya Kembali ke Jati Diri

Mahfud MD. - Tangkapan Layar Youtube Mahfud MD Official
Eks Menko Polhukam Mahfud MD disebut bakal bergabung dalam Komite Reformasi Polri. Ia menegaskan Polri harus kembali ke jatidiri, merawat kemerdekaan, serta melakukan reformasi kultural.

__________

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, Mahfud MD akan diajak masuk ke dalam Komite Reformasi Polri. Menurut Prasetyo, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu adalah salah satu tokoh penting yang akan memperkuat komisi.

“Termasuk salah satunya,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9).

Bacaan Lainnya

Mahfud MD sebelumnya menegaskan bahwa Polri harus kembali ke jati diri sebagai pengayom masyarakat. Ia menilai Tri Brata dan Catur Prasetya harus dihayati sepenuhnya, berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.

“Solusi fundamental bagi Polri adalah kembali pada jati dirinya. Dengan begitu, Polri tetap dipercaya rakyat sebagai penjaga hukum dan NKRI,” kata Mahfud dalam Forum Belajar Bersama bertajuk Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus, Rabu (17/9).

Mahfud juga menyerukan agar Polri mensyukuri dan merawat kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kehadiran Polri sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum.

Ia mengingatkan seluruh insan Bhayangkara untuk kembali memedomani Tri Brata dan Catur Prasetya: meniadakan gangguan keamanan, melindungi keselamatan jiwa dan hak asasi manusia, menjamin kepastian hukum, serta memelihara ketentraman masyarakat.

Mahfud juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas sekaligus humanis. “Saya meminta Polri untuk terus melakukan introspeksi, serta kembali ke jatidiri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.

Reformasi Kultural Jadi Pekerjaan Rumah

Mahfud sejak masih menjabat Menko Polhukam sudah menyuarakan perlunya reformasi kultural di tubuh Polri. Ia menilai kultur yang ada cenderung stagnan, bahkan mundur.

“Polisi ke depan harus profesional, humanis, dan menghormati HAM. Moralitas anggota Polri perlu diubah, terutama terkait hedonisme dan kesewenang-wenangan,” kata Mahfud pada 20 September 2022.

Pos terkait