Mahfud juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas sekaligus humanis. “Saya meminta Polri untuk terus melakukan introspeksi, serta kembali ke jatidiri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.
Reformasi Kultural Jadi Pekerjaan Rumah
Mahfud sejak masih menjabat Menko Polhukam sudah menyuarakan perlunya reformasi kultural di tubuh Polri. Ia menilai kultur yang ada cenderung stagnan, bahkan mundur.
“Polisi ke depan harus profesional, humanis, dan menghormati HAM. Moralitas anggota Polri perlu diubah, terutama terkait hedonisme dan kesewenang-wenangan,” kata Mahfud pada 20 September 2022.
Menurutnya, aturan internal Polri sebenarnya sudah baik. Namun, jika tidak diiringi perubahan kultur, aturan itu hanya akan menjadi formalitas.
“Jangan ada arogansi dalam menyikapi masalah hukum di masyarakat. Satu saja yang nakal akan merusak citra seluruh institusi, maka harus dibersihkan,” tegas Mahfud.***





