Mengenal Infeksi Otak, Penyakit yang Merenggut Nyawa Mantan Gubernur Malut Abdul Gani

Mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. (Istimewa)
2. Ensefalitis

Ensefalitis merupakan peradangan yang terjadi pada otak akibat infeksi virus. Beberapa virus yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah virus herpes simpleks, varisela atau cacar air, virus Epstein-Barr, dan campak.

Ensefalitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. Hanya saja, ensefalitis akibat bakteri dan jamur lebih jarang terjadi.

Ensefalitis biasanya muncul bersamaan dengan meningitis. Kondisi ini dikenal dengan sebutan meningoensefalitis.

Bacaan Lainnya

Jika demam tinggi, sakit kepala, beberapa hari sulit berbicara, linglung, tubuh sulit digerakkan, dan kejang, segera konsultasi dengan dokter. Karena gejala-gejala tersebut kemungkinan disebabkan oleh ensefalitis.

3. Abses Otak

Abses otak dapat terjadi di bagian otak mana saja. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang mengakibatkan penimbunan nanah dan pembengkakan di otak.

Gejala abses otak dapat muncul secara perlahan atau tiba-tiba. Ini dapat dikenali dari gangguan berbahasa, menggerakkan tubuh, penglihatan, lambat memberikan respons, mual, sulit fokus, dan mudah mengantuk.

Abses otak perlu segera ditangani oleh dokter. Jika tidak, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan otak permanen atau kecacatan dan kematian.

4. Toksoplasmosis

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondi yang menyerang organ tubuh tertentu, termasuk otak.

Sebagian orang yang terkena toksoplasmosis tidak mengalami gejala. Infeksi ini menimbulkan gejala demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan koordinasi tubuh.

Penyakit ini rentan terjadi pada orang yang sering bersentuhan dengan kotoran kucing atau memiliki daya tahan tubuh lemah. Misalnya karena pengobatan kemoterapi, mengonsumsi obat-obatan imunosupresan, dan infeksi HIV.

5. Malaria Serebral

Merupakan infeksi otak yang disebabkan oleh malaria. Penyakit ini biasanya terjadi akibat komplikasi dari penyakit malaria yang tidak diobati.

Penderita infeksi otak ini biasanya akan merasakan beberapa gejala berupa demam, menggigil, kejang, mual muntah, kesulitan bicara.

Ada juga gangguan pendengaran atau penglihatan, sakit kepala berat, perubahan perilaku, serta penurunan kesadaran atau koma.

Apa pun penyebab dan jenisnya, infeksi otak adalah penyakit berbahaya yang perlu segera diperiksakan dan diobati oleh dokter. Jika terlambat diobati, infeksi otak berisiko tinggi menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. ***

Pos terkait