Mengenal Infeksi Otak, Penyakit yang Merenggut Nyawa Mantan Gubernur Malut Abdul Gani

Mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. (Istimewa)
Mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba meninggal dunia setelah berjuang dari penyakit yang dideritanya, pada Jumat, 14 Maret 2025. Sebelum meninggal, dia divonis dokter menderita infeksi otak. Apa itu?

Abdul Gani meninggal dalam usia 73 tahun di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Kabar duka itu sontak menggemparkan banyak pihak. Terutama warga Maluku Utara yang pernah dipimpin Abdul Gani selama 10 tahun.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Alwia Assagaf menyebut, Abdul Gani meninggal setelah menjalani perawatan intensif dua pekan. Kesehatannya mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak beberapa bulan terakhir.

Abdul Gani diketahui menderita beberapa penyakit kronis yang sudah cukup lama diderita, seperti hipertensi dan diabetes. Namun, yang paling memprihatinkan adalah infeksi pada otaknya, yang menyebabkan kondisi kesehatannya memburuk.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Alodokter, infeksi otak adalah kondisi saat otak atau jaringan di sekitarnya terinfeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit.

Gangguan ini muncul akibat infeksi otak tergantung pada bagian otak yang terkena infeksi. Sebagian besar kasus infeksi otak bisa menimbulkan komplikasi berbahaya jika tak segera diobati.

Infeksi otak dapat menimbulkan beragam gangguan bagi penderitanya. Pasalnya, otak merupakan salah satu organ paling kompleks dan berperan penting dalam mengendalikan banyak fungsi tubuh—mulai dari pergerakan, mengatur refleks dan koordinasi tubuh, berpikir, berkonsentrasi, hingga menentukan sikap dan perilaku.

Beberapa Jenis Infeksi Otak dan Risikonya

Infeksi otak bisa memengaruhi berbagai organ lain, sehingga menghasilkan gejala yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis infeksi otak berdasarkan lokasi terjadinya infeksi dan penyebabnya:

1. Meningitis

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu lapisan pelindung yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, terkadang bisa juga disebabkan bakteri dan jamur.

Gejalanya, antara lain, sakit kepala hebat, demam tinggi, mual dan muntah, leher terasa kaku, kejang, linglung, hingga sulit konsentrasi.

Sedangkan gejala meningitis pada bayi dapat berupa penonjolan fontanel (bagian lunak di kepala), lemas, kurang mau makan. Atau menyusu, tidur berlebihan, dan rewel.

Meningitis merupakan penyakit infeksi otak yang harus segera ditangani, baik itu terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Pasalnya, meningitis dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

Pos terkait