Korut Murka dan Peringatkan AS: “Jangan Bakar Timur Tengah!”

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kom Jong Un dalam sebuah acara kenegaraan. Korut menyatakan mengecam serangan Israel ke Iran dan memperingatkan AS dan sekutunya agar tak memprovokasi. | X @AdamNews
Korea Utara mengecam keras serangan udara Israel ke Iran, menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan, sekaligus memperingatkan negara-negara Barat agar tidak memicu eskalasi konflik yang dapat memicu perang besar di Timur Tengah.

__________

Pemerintah Korea Utara mengecam keras aksi militer Israel terhadap Iran yang telah memicu eskalasi konflik sejak Jumat, 13 Juni 2025. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita KCNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan tersebut.

“Republik Demokratik Rakyat Korea menyampaikan kecaman tegas atas serangan militer Israel terhadap Iran,” ujar juru bicara itu, dikutip dari KCNA, Kamis, 19 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Pyongyang juga memperingatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa untuk tidak memperkeruh situasi atau memperbesar potensi konflik di kawasan tersebut. Menurut Korea Utara, serangan Israel yang turut menewaskan warga sipil, baik di Iran maupun di Gaza sejak Oktober 2023, merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.

“Israel melakukan tindakan terorisme yang didukung negara, dan ini memperbesar risiko pecahnya perang besar di Timur Tengah,” demikian isi pernyataan tersebut.

Di tengah ketegangan ini, mantan Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika pasukan Amerika di Timur Tengah menjadi sasaran serangan Teheran. Komentar Trump itu muncul tak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali menegaskan perlawanan terhadap tekanan Barat.

Israel sendiri mengklaim telah menghantam sekitar 40 lokasi strategis milik Iran, termasuk pusat intelijen di Teheran, dalam gelombang serangan udara terbaru mereka. Sebagai respons, Iran turut meluncurkan serangan balasan ke berbagai wilayah Israel, menandai kian memanasnya konflik dua kekuatan regional tersebut.***

Pos terkait