Kompolnas Ajak Publik Ikut Awasi Proses Hukum Kasus Penembakan Siswa SMK Semarang

Ilustrasi.
Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum terhadap kasus penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMKN 4 Kota Semarang yang tewas setelah ditembak anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang Aipda Robig, sampai tuntas. 

Sebagaimana diketahui, kasus itu masih diusut Polda Jawa Tengah.

Untuk penanganan kasus ini, menurut penilaian Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam, berjalan secara terbuka. “Ada ekshumasi dan ada penahanan pelaku penembakan. Itu yang paling penting,” kata Choirul Anam di Mapolda Jateng, Semarang, Senin, 2 November 2024.

Choirul menambahkan, ekshumasi dilakukan pada hari Jumat, 29 November pekan lalu. Namun, hingga Senin, 2 Desember 2024 ini, hasilnya masih belum diketahui. Penyidik sedang memproses, kata dia. 

Bacaan Lainnya

Namun, Choirul berani memastikan penanganan kasus tersebut masih tepat pada jalurnya.

Choirul juga mengaku Kompolnas telah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan melakukan berbagai upaya pencocokan data terkait kejadian tersebut melalui jejak digital. Kompolnas juga mengunjungi keluarga korban, sekolah, dan penyidik. 

Dan Choirul pun meminta masyarakat untuk ikut mengawasi kasus tersebut.

“Kapolda juga bilang peristiwanya akan terbuka. Ya, mohon ini terus diawasi agar keterbukaannya, akuntabilitasnya bisa baik,” harapnya.

Ia mendorong Polda Jateng agar menangani kasus tersebut secara akurat. Misalnya dengan mengecek jejak digital yang diduga terkait peristiwa tersebut, seperti ponsel korban, agar tak ada lagi perbedaan persepsi antara kepolisian, keluarga, dan sekolah.

“Kalau cerita satu dan yang lain, pasti tergantung pada sumber informasi. Makanya, kami berharap publik, khususnya Jateng atau Semarang, ayo terlibat, diawasi ini, tetapi salah satu yang penting,” ajaknya.

“Kita kembalikan pada suatu yang sudah ada. Video, rekam jejak video yang membuat kita semakin objektif dan kepolisian juga tidak menghindar,” lanjutnya.

Sebelumnya, keluarga Gamma mengaku sempat didatangi anggora Polrestabes Semarang agar tidak melaporkan kasus penembakan Gamma ke Polda. Keluarga disuruh mengikhlaskan.

Pos terkait