Komisi X DPR RI mendukung penuh penguatan anggaran BRIN untuk mempercepat hilirisasi riset pangan dan kebencanaan pada Kamis, 12 Juni 2026.
Komisi X DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat di Jakarta pada Kamis (12/6/2026).
Parlemen menilai arah riset semakin relevan dengan industri. DPR juga mendukung usulan penguatan anggaran demi mempercepat hilirisasi inovasi di tingkat global.
“BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan. Inovasi kita harus berdampak langsung,” ujar Kepala BRIN Arif Satria, Kamis (12/6/2026).
Inovasi Padi Biosalin
BRIN memperkenalkan inovasi strategis seperti Teknologi Peredam Gempa. Di sektor pangan, mereka mengembangkan varietas padi Biosalin yang adaptif di lahan berkadar garam tinggi.
Anggota dewan menyambut positif capaian tersebut. Namun, DPR meminta BRIN meningkatkan riset pangan untuk menghasilkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi.
Kebutuhan Infrastruktur Riset
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan keberlanjutan program riset. Ia meminta inovasi tidak berhenti hanya karena adanya suksesi kepemimpinan.
DPR juga meminta BRIN fokus pada riset mendesak seperti pengobatan diabetes. Di sisi lain, Arif Satria menyoroti pentingnya modernisasi fasilitas laboratorium nasional.
Penguatan anggaran diajukan untuk revitalisasi fasilitas, termasuk infrastruktur ketenaganukliran. Sektor ini vital untuk energi, industri, dan kesehatan.
Hetifah menegaskan dana riset adalah investasi jangka panjang, bukan beban belanja. Sebagai komitmen, Komisi X berencana meninjau langsung implementasi riset BRIN.***




