Akun-akun yang dulu kamu follow buat hiburan kini resmi jadi mitra Istana. Selamat datang di era homeless media berseragam pemerintah—dengan jangkauan 100 juta pengikut dan pertanyaan besar soal independensi.
Coba buka Instagram-mu sekarang. Scroll sebentar.
Ada Folkative dengan kabar pop culture. Ada Dagelan yang bikin kamu ketawa di sela-sela kuliah. Ada Pandemic Talks, Kok Bisa, GNFI, USS Feeds—daftar yang kemungkinan besar sudah kamu follow bertahun-tahun.
Mereka semua, mulai Rabu, 6 Mei 2026, resmi jadi mitra strategis pemerintahan Prabowo Subianto.
Bukan kerja sama biasa. Ini wadah formal bernama New Media Forum—diumumkan langsung Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Jakarta.
Pertanyaannya: kalau akun yang selama ini kamu anggap “teman” tiba-tiba duduk satu meja dengan Istana, kamu masih bisa membaca konten mereka dengan kacamata yang sama?
Dari Tunawisma Digital ke Mitra Istana
Istilah homeless media bukan ejekan. Itu sebutan teknis untuk media berbasis media sosial yang enggak punya “rumah” sendiri—tanpa situs web, tanpa kantor redaksi, tanpa struktur jurnalistik formal.
Mereka hidup di Instagram, TikTok, dan YouTube. Bahasanya santai. Visualnya catchy. Cocok banget buat algoritma For You Page.
Selama bertahun-tahun, mereka beroperasi di zona abu-abu: bukan pers konvensional yang tunduk pada Dewan Pers, tapi juga bukan akun pribadi biasa. Tidak diakui, tapi punya pengaruh. Tidak dilindungi, tapi dianggap.
Kini, posisi itu berubah drastis. Qodari menyebut mereka sudah “bertransformasi menjadi entitas media baru”. Tidak lagi tunawisma. Sekarang mereka punya alamat resmi: di bawah sayap Istana.
Angka yang Bikin Geleng-Geleng
Kenapa pemerintah getol merangkul mereka? Jawabannya ada di angka.
Total jangkauan New Media Forum diperkirakan tembus 100 juta pengikut, dengan 4 sampai 5 miliar tayangan per bulan.
Bandingkan dengan TVRI. Bandingkan dengan iklan layanan masyarakat di kanal mana pun. Tidak ada yang bisa menandingi mesin distribusi sebesar itu.





