
Namun demikian, Guruh belum sepakat dengan temuan data sejarah yang menyebut Sukarno lahir pada tahun 1902, kendati dia mengakui masa kecil ayahnya ada di Ploso. Dia masih yakin ayahnya lahir pada 1901.
Guruh menyampaikan pendapatnya tersebut ketika dia menerima perwakilan keluarga Ndalem Pojok, pegiat sejarah Titik Nol Soekarno, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Juli 2024.

Sebagai informasi, Titik Nol Soekarno dan Dindik Jombang adalah pihak-pihak yang sepakat dengan pihak Ndalem Pojok terkait tempat dan tahun kelahiran Soekarno. Mereka bertandang ke kediaman Guruh untuk mendiskusikan perihal temuan fakta sejarah tersebut.
Namun, dalam pertemuan itu, Guruh berkukuh bahwa ayahnya lahir pada tahun 1901. Keyakinan tersebut, kata dia, berdasarkan pada catatan Jepang yang menerangkan jika Soekarno lahir pada tahun 1901.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar masyarakat dan sebagian sejarawan memang masih meyakini Sukarno lahir pada tahun 1901. Terkait tempat kelahiran, mereka yang yakin Sukarno lahir pada tahun 1901 terpecah menjadi dua kubu: ada yang yakin dia lahir di Surabaya, ada juga yang yakin Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur. *





