Rifda Melukis Sejarah di Olimpiade 2024: Tampil di Paris dengan Air Mata dan Cedera

Rifda Irfanaluthfi mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang tampil di cabang olahraga senam Olimpiade 2024. Foto:SS Instagram
PARIS – “Saya berharap bisa lolos ke Olimpiade karena saya akan menjadi yang pertama untuk Indonesia,” kata Pesenam Indonesia Rifda Irfanaluthfi kepada Olympics.com pada Mei 2022.

Kini, dua tahun kemudian, mimpi tersebut menjadi kenyataan. Rifda mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang tampil di olahraga senam nomor all-around pada Olimpiade Paris 2024, meski harus tampil menahan sakit karena cedera. Keberanian dan ketekunan Rifda menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengejar cita-cita setinggi langit.

Rifda saat memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024. foto:SS Instagram

Dalam ajang yang berlangsung di Bercy Arena, Paris, pada Minggu (29/7/2024) malam WIB, Rifda memainkan palang bertingkat dari empat alat yang wajib dicoba dengan mencatatkan 9,166 poin. Selama pertandingan, Rifda harus menahan rasa sakit akibat cedera meniskus dan ACL yang dialaminya, bahkan harus dibantu oleh pelatih Eva Novalina saat naik dan mendarat di palang bertingkat.

“Rasanya berat sekali karena perjalanan menuju Olimpiade ini sangat panjang dan penuh tantangan. Latihan keras dengan menahan rasa sakit, kondisi yang naik turun, rasanya benar-benar berat. Saya berharap bisa tampil di empat alat, tapi cedera lagi, mulai dari nol lagi, bisa tiga alat lagi, cedera lagi, hingga akhirnya hanya bisa tampil di palang bertingkat tadi,” kata Rifda dalam keterangan dari KOI seperti dilansir LKBN Antara.

Bacaan Lainnya

Setelah tampil, Rifda menceritakan perjalanan berat yang harus dilaluinya akibat cedera setelah tampil di World Championship, yang membuatnya lolos ke Paris 2024. Pesenam berusia 24 tahun ini menjalani operasi di bagian meniskus. Namun, ia masih menderita cedera ACL yang belum dioperasi agar bisa tampil di Olimpiade Paris 2024.

Usai menjalani rehabilitasi, terapi, dan penguatan, Rifda mampu memainkan semua gerakan di semua alat sebulan yang lalu. Namun, tiga minggu jelang keberangkatan ke Paris, cedera kembali menghampirinya. Lututnya bengkak, menyebabkan stres yang cukup berat.

Pos terkait