JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah pimpinan Yahya Cholil Staquf membentuk panitia khusus (pansus) untuk ‘mengembalikan’ Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ‘ke jalur semula’, ketika partai yang diketuai Muhaimin Iskandar itu menggalang Pansus Hak Angket Haji di DPR RI untuk menelisik dugaan penyimpangan dalam pengelolaan haji 2024 oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin Yaqut Cholil Qoumas, adik Yahya.
PBNU bikin pansus karena menganggap PKB–sebagai disebut lahir dari rahim PBNU–tersebut telah menyimpang dari prinsip-prinsip awal pendiriannya. Ketegangan ini seolah menjadi babak baru dalam dinamika politik antara kedua entitas yang memiliki sejarah panjang dan saling berkaitan tersebut.
Sebagaimana diketahui, sebelum PBNU, baik melalui Ketua Umum Yahya Cholil Staquf maupun Sekjen Saifullah Yusuf mengumumkan kepada media bahwa PBNU bakal membentuk pansus–yang oleh Saifullah disebut ‘Tim Lima’–untuk keperluan mengembalikan PKB ke PBNU. Sementara itu, di sisi lain, beberapa bulan ini Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi salah satu inisiator Pansus Hak Angket Penyelenggaraan Haji 2024 dan mengaku telah menandatangani izin rapatnya.
Merespons dibentuknya Pansus Hak Angket Haji 2024, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf sekaligus kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku curiga jika pansus angket haji dilatarbelakangi masalah pribadi untuk menyerang PBNU.
“Soal pansus, ya. Pansus haji ya. Nah ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan kepada kita, pansus haji kemudian nyerang NU. Jangan-jangan ini masalah pribadi? Ini jangan-jangan, gitu loh,” kata Yahya dalam konferensi pers usai Rapat Pleno PBNU 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (28/7/2024).

“Kami melihatnya enggak ada yang bisa dijadikan alasan yang cukup untuk pansus ini dan masyarakat saya juga bisa melihat lagi,” tambahnya. Yahya menduga, pembentukan Pansus Haji di DPR RI ada kaitan dengan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, yang juga sebagai Menteri Agama RI. Namun, kata dia, tetap yang menjadi sasaran adalah PBNU.





