Banjir setinggi 1,5 meter rendam Jakarta Timur di hari pertama Lebaran. Ribuan warga terdampak, ribuan mengungsi. Tol Jagorawi macet parah.
Banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta Timur pada Sabtu (21/3/2026)—bertepatan dengan hari pertama Idul Fitri 1447 H. Ketinggian air bervariasi hingga 1,5 meter, memaksa petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet.
Ribuan jiwa terdampak, sementara arus lalu lintas di Tol Jagorawi tersendat akibat genangan.
Hujan Deras dan Luapan Sungai Picu Banjir
Hujan deras mulai mengguyur Jakarta sejak Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam tiga jam, ketinggian air di sejumlah titik meningkat drastis akibat luapan Kali Ciliwung dan Kali Cipinang yang tak mampu menampung debit air dari hulu.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut curah hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana ini. BMKG sebelumnya telah memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Sabtu siang hingga malam.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan.
Wilayah Terdampak dan Evakuasi Warga
Kalisari, Pasar Rebo
Banjir setinggi 1,2 hingga 1,5 meter merendam kawasan Jalan Kenanga Gang Dolang. Tim relawan SAR mengevakuasi warga lanjut usia menggunakan perahu karet. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, mencatat sekitar 1.000 jiwa terdampak di wilayah ini.
Ciracas dan Cibubur
Sebanyak 9 RW di Ciracas terdampak banjir dengan ketinggian 50-75 cm. Camat Ciracas Panangaran Ritonga menjelaskan, air meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB akibat volume besar dari hulu di Cimanggis, Depok. Hingga pukul 22.00 WIB, air masih belum surut dan warga mengungsi ke rumah kerabat.
Di Kelurahan Cibubur, ketinggian air mencapai 105 cm dengan 6 jiwa dievakuasi petugas Damkar.

Kramat Jati dan Balekambang
Luapan Kali Ciliwung merendam tiga RT di Balekambang dengan ketinggian 30 cm hingga 1 meter. Marsiyem (39), warga setempat, mengaku air naik cepat hingga setinggi dada.





