Jawa Siaga Cuaca Ekstrem: BMKG Ingatkan Banjir dan Longsor Bisa Meluas

Hujan lebat masih mendominasi sejumlah wilayah di Pulau Jawa pada akhir Januari 2026, seiring peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG dan meningkatnya risiko banjir serta longsor di berbagai daerah. - Ilustrasi AI Generate
BMKG menyatakan sebagian besar Jawa siaga cuaca ekstrem akhir Januari 2026. Risiko banjir dan longsor meluas.

Hingga Selasa (27/1/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menetapkan sebagian besar wilayah Pulau Jawa dalam status siaga cuaca ekstrem. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dinilai masih tinggi dan berisiko memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah daerah.

Dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 27 Januari–2 Februari 2026, BMKG menjelaskan penguatan Monsun Asia, aktivitas gelombang atmosfer ekuator, serta suhu muka laut yang hangat masih mendukung pembentukan awan hujan signifikan di wilayah Jawa.

“Kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan signifikan di wilayah Jawa, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Selasa (27/1/2026).

Bacaan Lainnya

BMKG juga mencatat, hingga laporan terakhir akhir Januari 2026, curah hujan harian di wilayah Jabodetabek, termasuk Depok, berada pada kategori menengah hingga tinggi.

BPBD Jawa Barat: Puluhan Ribu Warga Terdampak

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat melaporkan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada awal Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Alo Mulku Engkin menyampaikan bahwa pada periode 1–13 Januari 2026tercatat 18 kejadian bencana berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

“Di Jawa Barat sendiri ini memang ada banjir, kemudian tanah longsor,” kata Teten dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).

Dalam laporan tersebut, BPBD mencatat 26.318 warga terdampak, 190 orang mengungsi, serta 5.843 bangunan terendam. Status kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Jawa Barat ditetapkan hingga 30 April 2026.

Badan Geologi: Lereng Rawan Gerakan Tanah

Badan Geologi Kementerian ESDM juga telah mengeluarkan peringatan potensi gerakan tanah seiring meningkatnya intensitas dan durasi hujan pada pertengahan Januari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut wilayah berpotensi tinggi meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis.

Pos terkait