Sejarawan nasional Anhar Gonggong—yang juga hadir dalam Ruwatan Negara—menegaskan bahwa Indonesia harus membedakan antara kemerdekaan dan berdirinya negara.
Penulis: Redaksi Samudrafakta
Merdeka 100 Persen! — Peringatan Tan Malaka Itu Masih Menggema hingga Kini
Tanpa transformasi struktural, Indonesia hanya berpindah dari kolonialisme Belanda ke penjajahan oleh elite pribumi.
Bupati Sudewo Tergencet oleh Desakan Mundur dan Bayang-bayang Kasus di KPK
Nama Bupati Pati, Sudewo, menjadi ‘pusat badai’, yang mempertemukan tekanan politik lokal dan sorotan hukum tingkat nasional.
8 Dekade Tak Pernah Disyukuri? Jika Tak Diruwat, Negara Ini Bisa Runtuh dari Dalam!
Selama 80 tahun, bangsa ini hanya merayakan kemerdekaan tanpa pernah menggelar selamatan untuk negara.
Skandal Kuota Haji 2024: Ada Rapat Khusus di Balik Skema 50:50, SK Menteri Terbit karena Lobi atau Inisiatif?
Ada rangkaian rapat antara pejabat Kemenag dan asosiasi travel haji untuk mengubah komposisi kuota haji dari 92:8 menjadi 50:50..
Apakah Kita Sudah Merdeka 100 Persen?
Lebih dari tujuh dekade setelah proklamasi, peringatan Tan Malaka terdengar relevan di tengah situasi politik-ekonomi Indonesia 2025.
Dari Snouck ke Globalisasi — Pahami Cara Kolonial ‘Menghapus’ Bangsa Indonesia
Setiap 17 Agustus, kita kibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Tapi, jika yang kita rayakan hanyalah “negara”, bukan bangsa, maka kemerdekaan kita perlahan jadi semu.
Bangsa dan Negara Sering Disamakan, Padahal Berbeda — Simak Penjelasannya, Biar Tak Salah Paham
Kesalahan memahami keduanya bisa berakibat pada kekeliruan dalam melihat dinamika politik dan kehidupan bernegara, termasuk dalam merumuskan arah pembangunan nasional, menjaga integrasi sosial, hingga menyikapi konflik identitas.
Prabowo Tetapkan 18 Agustus Libur Nasional, Anhar Gonggong Mengingatkan Kembali: Itu Hari Lahirnya NKRI
Dalam teks Proklamasi, subjek yang digunakan jelas: “Kami Bangsa Indonesia…” — tidak disebut “kami pemerintah” atau “kami negara”.
Megawati Dikukuhkan Lagi Jadi Ketum PDIP, Puan-Prananda Tepis Isu Retak
Seluruh peserta kongres secara bulat meminta agar Megawati segera dikukuhkan begitu acara dimulai.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









