Sejak 2006, warga Tarekat Shiddiqiyyah rutin menggelar Santunan Nasional setiap tahun dengan jumlah penerima yang terus meningkat.
Penulis: Redaksi Samudrafakta
Negara “Serba Ndak Tahu”
Kalau hal-hal sepele saja mereka tidak tahu, bagaimana mungkin mereka tahu ke mana arah negara ini?
Mabes TNI Bantah Lima Isu Keterlibatan Prajurit dalam Aksi Anarkis
Kapuspen menyayangkan kabar bohong tersebut terlanjur viral dan memunculkan opini seolah TNI dalang kerusuhan.
Status Gibran sebagai Wapres Digugat di PN Jakpus Gara-gara Dia SMA di Singapura
Sidang pertama perkara ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 September 2025, di PN Jakarta Pusat.
Rumah Politikus dan Selebritis Dijarah, Simbol Ledakan Amarah Publik
Gelombang amarah rakyat pecah di penghujung Agustus. Kritik terhadap gaya hidup dan ucapan wakil rakyat yang dianggap pongah berubah jadi aksi massa.
Mahfud MD soal Ojol Tewas Dilindas Rantis: Jangan Benturkan Aparat dan Rakyat
Menurut Mahfud, semua pihak perlu sabar dan jernih menatap musibah ini. Ia justru menuding akar masalah ada pada pejabat yang serakah.
Inspiratif! Shiddiqiyyah Mensyukuri 80 Tahun Kemerdekaan dengan Bagi-bagi Rumah Syukur, Rumah Pintar, dan Santunan
Rumah-rumah itu diberikan gratis, sebagai simbol rasa syukur jamaah atas nikmat kemerdekaan.
Jejak Misterius Kematian Diplomat Arya Daru: Ponsel Hilang, tapi Instagram Tiba-Tiba Aktif
Awalnya keluarga mengira ponsel itu dibuka polisi. Namun belakangan, aparat menyatakan ponsel utama Arya justru hilang dan sampai sekarang belum ditemukan.
“Pegang Teguh Manunggal Pancasila Sila 1 dan 2” — Pesan Mursyid Shiddiqiyyah saat Kapolri Sowan ke Ploso
Mursyid Shiddiqiyyah mengingatkan Kapolri bahwa, untuk menghadapi krisis dalam negeri maupun luar negeri, bangsa Indonesia hanya bisa kuat dengan manunggal iman dan kemanusiaan.
Kapolri Cium Tangan Mursyid Shiddiqiyyah, Minta Polri Terus Dibimbing dan Didoakan Kiai
Menurutnya, silaturahmi antara umara dan ulama adalah tradisi lama yang harus dijaga. Ia juga menyinggung sejarah perlawanan 10 November 1945, saat kiai, santri, polisi istimewa, dan TNI bahu-membahu melawan agresi Belanda.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









