Mabes TNI menegaskan kabar yang menyebut prajuritnya terlibat dalam aksi demonstrasi berujung ricuh tidak benar. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menyebut sedikitnya lima informasi yang beredar di media sosial sebagai hoaks.
__________
Freddy menyebut, tuduhan pertama ialah dugaan seorang perwira BAIS, Mayor SS, menjadi peserta aksi demo di Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustus lalu. Ia menegaskan SS hanya menjalankan tugas pengumpulan informasi.
Kabar kedua adalah penangkapan Pratu Handika Novaldo di Sumatera Selatan, 31 Agustus, yang dikaitkan dengan demonstrasi. Freddy menegaskan prajurit itu ditahan polisi saat hendak membeli makanan dan bahan bakar, bukan karena ikut aksi.
Kasus ketiga menyinggung pria bernama Fajri Buhang di Sumatera Utara, 1 September. Pria tersebut mengaku anggota TNI saat ditangkap, tetapi tidak bisa menunjukkan identitas. Setelah dicek, ia ternyata warga sipil yang bekerja di bidang transportasi.
Hoaks keempat, kata Freddy, datang dari Ternate. Seorang pelajar berusia 16 tahun, Pascal Mamangkey, mengaku sebagai prajurit TNI saat ditangkap dalam aksi. Faktanya, ia bukan tentara melainkan pelajar biasa.
Terakhir, Freddy membantah klaim seorang demonstran yang menyebut disuruh anak prajurit TNI untuk menyerang Mako Brimob Cikeas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pengakuan itu dibuat agar bisa lolos dari aparat.
Freddy menyayangkan kabar bohong tersebut terlanjur viral dan memunculkan opini seolah TNI dalang kerusuhan. Ia berharap masyarakat berhati-hati serta tidak mudah termakan isu tanpa dasar.***





