Kesalahan memahami keduanya bisa berakibat pada kekeliruan dalam melihat dinamika politik dan kehidupan bernegara, termasuk dalam merumuskan arah pembangunan nasional, menjaga integrasi sosial, hingga menyikapi konflik identitas.
Penulis: Redaksi Samudrafakta
Prabowo Tetapkan 18 Agustus Libur Nasional, Anhar Gonggong Mengingatkan Kembali: Itu Hari Lahirnya NKRI
Dalam teks Proklamasi, subjek yang digunakan jelas: “Kami Bangsa Indonesia…” — tidak disebut “kami pemerintah” atau “kami negara”.
Megawati Dikukuhkan Lagi Jadi Ketum PDIP, Puan-Prananda Tepis Isu Retak
Seluruh peserta kongres secara bulat meminta agar Megawati segera dikukuhkan begitu acara dimulai.
Dari Sukarno ke Prabowo: Kilas Balik Jejak Pengampunan Politik di Indonesia
Dari amnesti Bung Karno kepada para pemberontak PRRI-Permesta hingga amnesti Prabowo kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong, tampak jelas bahwa instrumen pengampunan selalu digunakan dalam momen-momen penting sejarah politik Indonesia.
Setelah Pengampunan Hasto, Terbitlah Dukungan PDIP untuk Prabowo
Megawati menyinggung soal krisis fiskal, defisit anggaran, dan tantangan geopolitik yang dihadapi Indonesia. Ia meminta seluruh kader membantu pemerintah mengatasi tantangan tersebut dengan menjadi penghubung aspirasi rakyat.
Keluarga Tak Yakin Arya Bunuh Diri, Desak Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Keluarga menyampaikan apresiasi kepada publik yang mengikuti kasus ini dan mendesak agar aparat terus melanjutkan proses penyelidikan.
Jejak-jejak Terakhir Arya Daru Versi Polisi: Mal, Rooftop, Lalu Meninggal di Kamar Kos
Polisi menyelidiki urutan peristiwa yang mengarah pada kematiannya yang janggal.
Sebuah Akun Instagram Bernama NSA Menyebut Kematian Arya Daru Pembunuhan Terencana, Bukan Bunuh Diri
Dalam unggahan Instagram @nationalsecurity.id pada Kamis, 24 Juli 2025, NSA menyatakan Arya tengah mengusut jaringan penyelundupan manusia dan eksploitasi tenaga kerja Indonesia di Amerika Latin.
Inilah Lembaga-Lembaga Bentukan Belanda untuk Merusak Sejarah Indonesia
Salah satu strategi terselubung kolonialisme adalah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk mengatur narasi, mengaburkan peran ulama, dan menghapus jejak Islam dari sejarah bangsa.
Terungkap! Perang Bubat Ternyata Cuma Fiksi Bikinan Kolonial Belanda
Sejarawan mengonfirmasi bahwa tak ada satu pun naskah, baik dari sisi Majapahit maupun sisi Sunda, yang mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.








