Keluarga Tak Yakin Arya Bunuh Diri, Desak Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Almarhum Arya Daru Pangayunan. | TANGKAPAN LAYAR dari Facebook
Polda Metro menyebut Arya Daru mengirim email terkait niat bunuh diri. Namun, keluarga Arya meyakini ada kejanggalan dan meminta polisi menggali fakta lebih dalam.

_____

Polda Metro Jaya, ketika mengumumkan hasil penyelidikan atas kematian Arya Daru Pangayunan, menyebut diplomat muda itu pernah mengirim email pada 2013 yang mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup.

Namun, keluarga Arya Daru di Yogyakarta langsung membantah klaim tersebut. Meta Bagus, kakak ipar Arya, menyatakan bahwa Arya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda depresi atau niat bunuh diri.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah lama mengenal dan mengamati almarhum. Tidak pernah ada sinyal seperti itu. Kami yakin Arya bukan orang yang akan melakukan tindakan itu,” tegas Meta, Selasa malam, 29 Juli 2025, sebagaimana dikutip dari Radar Jogja.

Meta juga menyampaikan apresiasi kepada publik yang mengikuti kasus ini dan mendesak agar aparat terus melanjutkan proses penyelidikan.

“Kami sangat menghargai perhatian masyarakat dan media. Kami percaya keadilan adalah milik bersama. Karena itu kami meminta pihak berwenang menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum telah menyampaikan bahwa penyelidikan belum selesai. Polisi disebutnya masih menggali sejumlah informasi yang belum terungkap.

“Mari kita bersabar dan menunggu hasil akhirnya. Kami berharap semua fakta bisa terkuak,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (29/7), Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kematian Arya. Polisi menyimpulkan Arya meninggal tanpa melibatkan pihak lain.

Arya ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa, 8 Juli 2025. Saat ditemukan, kepala dan wajahnya terlilit lakban kuning—fakta yang sempat memicu kecurigaan publik dan menimbulkan banyak spekulasi.

Kini, keluarga terus mendesak polisi menggali semua kemungkinan. Mereka menolak menutup lembaran ini tanpa kejelasan yang benar-benar bisa meyakinkan.***

Pos terkait