Istri Diplomat Arya Daru Minta Keadilan ke Presiden, Ingin Hentikan Framing Negatif Suaminya

Istri almarhum Arya Daru tampil dalam konferensi pers menuntut keadilan atas kematian sang suami di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025). - Istimewa
Meta Ayu Puspitantri, istri mendiang diplomat muda Kemenlu Arya Daru Pangayunan, untuk pertama kalinya tampil ke publik. Ia meminta Presiden Prabowo, Kapolri Listyo Sigit, dan Menlu Sugiono mengusut tuntas kematian suaminya secara jujur dan transparan.

Istri diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, Meta Ayu Puspitantri, muncul di muka publik untuk pertama kali sejak kematian suaminya pada Juli lalu. Dalam konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025), Meta meminta keadilan.

“Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap dan memohon agar kasus ini dapat selesai dengan baik, jujur, dan transparan,” kata Meta.

Ia menekankan agar framing negatif terhadap almarhum dihentikan. “Kami sangat kenal Mas Daru. Saya sangat kenal Mas Daru, mungkin melebihi dirinya sendiri. Kami berdua sudah cukup untuk satu sama lain. Jadi saya mohon tidak ada lagi framing-framing negatif untuk suami saya,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Meta menggambarkan suaminya sebagai sosok sederhana dan penuh kesabaran. “Suami saya enggak neko-neko. Sampai akhir pun kami tidak pernah ada konflik. Kehidupan kami berempat sangat menyenangkan,” ucapnya.

Menurut Meta, Arya Daru adalah pendengar yang baik, mampu menjaga lisan, serta memberi solusi yang menenangkan. “Fakta tersebut tidak akan berubah sampai kapanpun. Saya banyak belajar kesabaran dari beliau,” ujarnya.

Ia mengaku masih sulit menerima kenyataan. “Sampai sekarang pun, saya pribadi masih merasa ini seperti mimpi. Saya tahu ini kenyataan, tapi ada bagian dari diri saya yang merasa seperti mimpi,” ungkapnya.

Meta menambahkan, nilai kesabaran dan kebaikan almarhum dirasakan banyak orang. “Sebegitu berharganya Mas Daru bagi saya, anak-anak, keluarga, dan saya yakin teman-teman yang pernah berinteraksi langsung dengan beliau pasti merasakan kebaikannya,” katanya.

Ia menekankan pentingnya hati nurani dalam pengungkapan kasus ini. “Hakikatnya Allah menciptakan hati nurani di setiap orang. Saya mewakili keluarga berharap hati nurani itu tidak dihilangkan,” ujarnya.

Penasihat hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, menjelaskan alasan Meta baru tampil ke publik. “Secara psikologis beliau mengalami trauma mendalam. Ditinggal seorang suami dengan dua anak kecil, dalam keadaan tiba-tiba, tentu sangat berat,” kata Nicholay.***

Pos terkait