Apa yang Terjadi Jika Nol di Uang Kita Hilang?

Rencananya akan ada perubahan cara penulisan nilai rupiah pada 2027 nanti. Ada tiga angka nol yang bakal dihilangkan, tanpa mengurangi nilai mata uang. - Ilustrasi dari Canva

Harga air mineral Rp5.000 di Indonesia bisa setara dengan 100 yen di Jepang atau 0,3 dolar di Amerika. Perbandingan ini sering kali memberi kesan seolah-olah rupiah lemah, padahal daya belinya tidak jauh berbeda.

Dengan redenominasi, segala urusan keuangan — dari laporan akuntansi, transaksi perbankan, hingga pembayaran digital — akan berjalan lebih efisien. Sistem menjadi lebih ramping, lebih cepat, dan lebih mudah dipahami oleh publik maupun investor asing.

Rupiah yang lebih sederhana juga diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri bangsa terhadap stabilitas ekonominya sendiri.

Bacaan Lainnya
Belajar dari Negara Lain

Turki menjadi contoh paling populer. Pada 2005, pemerintahnya memangkas enam nol dari Lira dan memperkenalkan Yeni Türk Lirası atau “Lira Baru.” Harga roti yang semula sejuta lira berubah menjadi satu lira. Bukan hanya berhasil secara teknis, langkah itu juga memulihkan kepercayaan masyarakat dan pasar internasional terhadap ekonomi Turki.

Rumania melakukan hal serupa di tahun yang sama. Mereka memangkas empat nol dari mata uang Leu sebagai bagian dari reformasi menuju Uni Eropa. Hasilnya, sistem keuangan Rumania menjadi lebih stabil dan sejalan dengan standar Euro.

Namun tidak semua berhasil. Iran yang menghapus empat nol dari Rial pada 2025 justru memperlihatkan sisi lain dari kebijakan ini. Tanpa reformasi ekonomi yang menyeluruh, redenominasi hanya menjadi ilusi — harga tetap naik, inflasi tak terkendali, dan kepercayaan publik tak pernah pulih.

Apa yang Akan Terjadi di Indonesia?

Jika RUU Redenominasi disahkan tepat waktu, maka 2027 akan menjadi tahun perubahan besar. Pemerintah kemungkinan akan menetapkan masa transisi dua hingga tiga tahun, di mana dua versi rupiah — lama dan baru — beredar bersamaan.

Di toko-toko, papan harga mungkin akan menampilkan dua nominal: Rp10.000 (Rp10 Baru).

Bank, sistem kasir, hingga dompet digital seperti GoPay, DANA, dan OVO akan menyesuaikan sistem mereka agar mengenali nominal baru.

Perusahaan juga harus menyesuaikan laporan keuangan dan kontrak bisnis, sementara masyarakat belajar cara baru menyebut harga barang.

Pos terkait