Ada Segudang Bahaya Genetik Perkawinan Sedarah alias Inses, Jauhi Perilaku Ini Sejauh Mungkin!

Ilustrasi. | Samudra Fakta
Dunia maya dihebohkan oleh grup Facebook penyuka perkawinan sedarah atau inses bernama “Fantasi Sedarah”—yang diduga sempat berganti menjadi “Suka Duka” dengan ribuan anggota. Grup yang mengampanyekan perilaku seksual yang sangat berbahaya. Inses tak sekadar melanggar hukum agama atau hukum positif, tetapi juga menimbulkan beragam bahaya  genetis.

__________

Menurut definisi Cornell Law School, inses merupakan hubungan seksual dengan kerabat yang masih memiliki hubungan darah dekat dalam derajat kekeluargaan yang dilarang. Dengan kata lain, inses adalah kontak seksual antara kerabat sedarah dekat, termasuk antara saudara kandung, orang tua dan anak, kakek/nenek dan cucu, atau paman/bibi dengan keponakan.

Seringkali hubungan inses rentan menjadi pintu utama terjadinya kekerasan seksual maupun kekerasan emosional, terutama jika menimpa anak-anak. Kendati dilakukan atas suka sama suka sekalipun, inses tetap tidak bisa dibenarkan, karena ada risiko masalah kesehatan yang mengintai, baik untuk pasangan inses maupun bayi dari hasil hubungan inses.

Bacaan Lainnya

Berikut ini berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan dari pola hubungan seksual menyimpang ini:

1. Terjangkit Penyakit Menular Seksual

Korban inses, terutama yang mengalami pemerkosaan, rentan terkena infeksi menular seksual, seperti herpes, sifilis, dan HIV.

Penyakit menular seksual akibat inses tidak hanya menjadi masalah bagi korban, tetapi juga bayi yang lahir dari hubungan itu. Ibu hamil dengan infeksi menular seksual berisiko mengalami keguguran, serta melahirkan bayi secara prematur dan dengan berat badan rendah.

2. Bayi Lahir Cacat

Bayi yang lahir dari hubungan inses berisiko tinggi mengalami kelainan genetik. Hal ini karena, normalnya, seorang anak akan mendapatkan gabungan genetik dari kedua orang tuanya. Namun, pada hubungan inses, variasi genetik yang diwariskan sangat sedikit.

Kurangnya variasi genetik ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya kecacatan di masa kehamilan. Bayi yang dilahirkan dari hubungan inses lebih berisiko mengalami kelainan berupa albino, hemofilia, bibir sumbing, fibrosis kistik, sampai keterbelakangan mental.

Dikutip CPTSD Foundation, ada beberapa cacat lahir yang berpotensi disebabkan oleh inses.

IQ Rendah: Perkawinan sedarah dapat menyebabkan gangguan perkembangan hingga memengaruhi kemampuan intelektual anak secara negatif.

Fibrosis Kistik: Kondisi ini memengaruhi sel-sel penghasil lendir, keringat, dan cairan pencernaan yang menyebabkan cairan tersebut menjadi kental dan lengket sehingga menyumbat saluran pernapasan atau pencernaan.

Kelahiran Prematur: Anak dari pasangan inses berisiko lahir prematur, memiliki berat dan ukuran tubuh di bawah normal serta lebih rentan terhadap kelainan fisik.

Bibir Sumbing: Kelainan ini menyebabkan anak kesulitan berbicara dan makan.

Kelainan Jantung: Anak yang lahir dengan jantung cacat atau tidak berfungsi normal adalah salah satu konsekuensi dari inses. Jika bertahan hidup, mereka akan menghadapi berbagai masalah jantung sepanjang hidup.

Kematian Neonatal: Gen resesif yang diwariskan oleh anak dari pasangan sedarah kadang menyebabkan kematian janin atau kematian bayi setelah lahir.

3. Trauma dan masalah psikologis

Tak hanya melukai fisik, inses juga dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mental.

Pada hubungan inses dengan paksaan, korban akan merasakan ketakutan sampai trauma. Terlebih, stigma dari masyarakat terhadap pelaku maupun anak yang lahir dari hubungan inses akan membuat korban merasa malu untuk menceritakan keresahannya, bahkan meminta bantuan.

Maka dari itu, perhatikan baik-baik: jauhi perilaku inses! ***

Pos terkait