Ketum PBNU Gus Yahya Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Peringatkan Ancaman Konflik Global

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf. - Dok. PBNU
Ketum PBNU Gus Yahya mengutuk keras serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan Ali Khamenei, picu ancaman perang global.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, secara tegas mengutuk serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Pihaknya menilai agresi tersebut sangat gegabah dan berisiko menyeret dunia ke dalam jurang perang yang lebih luas.

​Ancaman Ekstremisme dan Perang Tak Terkendali

​Bukan tanpa alasan PBNU melayangkan kecaman keras. Gus Yahya melihat tindakan militer AS dan Israel telah merusak tatanan stabilitas keamanan kawasan. Lebih mengkhawatirkan lagi, langkah brutal ini berpotensi memantik kembali kebangkitan sel-sel radikalisme di berbagai belahan dunia.

​“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional. Bahkan, ini berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bagi bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Bacaan Lainnya
​Duka untuk Khamenei dan Catatan Kritis bagi Iran

​Di tengah ketegangan tersebut, Gus Yahya turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei, yang gugur akibat serangan itu. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam di dunia untuk mendoakan ketabahan serta kekuatan bagi bangsa Iran dalam melewati masa-masa genting ini.

​Meskipun bersimpati, Gus Yahya tetap memberikan catatan kritis terhadap langkah balasan yang Iran ambil. Ia memahami kemarahan Teheran yang langsung menargetkan basis-basis militer AS. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi saling balas dendam hanya akan memperkeruh suasana.

​“Kita semua paham itu bentuk kemarahan. Namun apa pun alasannya, serangan balasan itu justru akan semakin memperburuk situasi keamanan,” tambahnya.

​Desak Turun Tangan PBB dan Peran Aktif Indonesia

​Sebagai jalan keluar, PBNU mendorong komunitas internasional untuk segera merapatkan barisan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah konsolidasi ini sangat penting untuk menegakkan kembali supremasi hukum internasional yang kini mulai diabaikan.

Pos terkait