Ketegangan di Timur Tengah memicu respons serius dari PBNU.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengeluarkan instruksi kepada pengurus wilayah, cabang, hingga pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk membacakan doa Qunut Nazilah.
Langkah ini merupakan respons atas eskalasi konflik mematikan yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor: 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026. PBNU meminta agar doa ini dibaca pada rakaat terakhir di setiap shalat fardhu, termasuk shalat Jumat. Khusus untuk shalat Subuh, Qunut Nazilah dibacakan tepat setelah doa qunut rutin selesai.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk solidaritas spiritual bagi kemanusiaan global.
Melalui kebijakan ini, PBNU ingin menyeragamkan gerakan batin agar tidak terjadi kebingungan di tingkat akar rumput. Bagi warga Nahdliyin, instruksi ini bukan sekadar tambahan bacaan shalat, melainkan cara nyata merawat empati terhadap sesama yang tertindas.***





