MUI mengutuk keras serangan AS dan Israel ke Iran serta meminta Pemerintah RI menarik diri dari BOP.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap tegas atas serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Organisasi ini mengutuk aksi militer tersebut karena dinilai telah merusak stabilitas keamanan global.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Hakim, menyampaikan kecaman ini pada Minggu, 1 Maret 2026. Ia menilai tindakan agresi tersebut tidak bisa dibiarkan tanpa adanya konsekuensi diplomatik.
Protes Diplomatik dan Ekonomi
Sudarnoto mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah konkret sebagai bentuk protes. Salah satunya dengan mempertimbangkan untuk menarik diri dari program ekonomi Board of Peace (BoP) besutan Amerika Serikat.
“Pemerintah Indonesia perlu menunjukkan sikap yang jauh lebih tegas melalui kebijakan diplomatik dan ekonomi yang nyata,” ujar Sudarnoto. Menurutnya, partisipasi dalam kerja sama dengan AS perlu dievaluasi kembali saat ini.
Selain desakan kepada pemerintah pusat, MUI juga meminta organisasi internasional seperti PBB dan OKI segera bertindak. Intervensi tersebut dinilai sangat krusial guna mencegah eskalasi konflik yang jauh lebih luas di Timur Tengah.
Sudarnoto menegaskan bahwa keamanan dunia terancam jika kekuatan besar terus melakukan serangan sepihak. Solidaritas internasional diperlukan untuk menghentikan kekerasan yang mengorbankan warga sipil di wilayah konflik tersebut.
Harapan Langkah Nyata RI
MUI berharap Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada perdamaian. Penarikan diri dari kesepakatan tertentu dianggap bisa menjadi pesan moral yang sangat kuat bagi dunia internasional.
Hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri RI masih terus memantau situasi di Teheran pascaserangan. Pengamanan terhadap WNI yang berada di Iran juga menjadi fokus utama pemerintah di tengah situasi yang terus memanas.***





